Khasiat Jahe Merah untuk Kesehatan Gigi Anak

Bidang kedokteran gigi anak menghadapi tantangan kompleks, mulai dari ketakutan anak terhadap tenaga ahli, hingga akses pelayanan kesehatan gigi yang kurang memadai karena keterbatasan tenaga ahli. Karies gigi, gangguan rahang, dan kebiasaan buruk, seperti konsumsi makanan tinggi gula menjadi masalah utama yang memerlukan solusi aman dan efektif.

Guru Besar Bidang Ilmu Herbal Dalam Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Universitas Airlangga Prof Dr Prawati Nuraini drg MKes Sp KGA Sub Sp KKA (K) menjelaskan, herbal menjadi solusi inovatif.

Sifat alami pada herbal cenderung lebih aman, minim efek samping, dan berkelanjutan. Sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia juga menyimpan berbagai potensi tanaman obat yang telah masyarakat gunakan sejak zaman dahulu.
“Pengetahuan lokal ini jika dikembangkan secara ilmiah dapat menghasilkan produk kesehatan yang tidak hanya efektif, tetapi juga ramah lingkungan dan terjangkau. Pengobatan tradisional juga menjaga warisan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur,” ungkapnya, Sabtu (26/4).

Baca juga  ICTOH ke-11, Ajak Generasi Muda Jauhi Bahaya Rokok

Potensi Jahe Merah

Prof Prawati menyarankan penggunaan jahe merah yang merupakan salah satu tanaman herbal dengan berbagai manfaat kesehatan. Penelitian menunjukkan jahe merah mengandung senyawa bioaktif yang bersifat antibakteri, antiinflamasi, antijamur, dan mendukung pembentukan tulang.

“Inspirasi utama penelitian ini datang dari ayat Al-Qur’an dalam Surah Al-Insan ayat 17–18, yang menyebutkan jahe sebagai minuman surga. Dari sana, saya menggali potensi jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dalam konteks kesehatan gigi anak,” ungkapnya.

Dalam penelitiannya, Prof Prawati menemukan aktivitas antibakteri pada ekstrak jahe merah mampu menurunkan aktivitas infeksi bakteri. Hal ini merupakan kunci dalam mencegah karies dan penyakit periodontal infeksi gusi pada gigi anak. Jahe merah juga berperan penting dalam penyembuhan luka pasca tindakan, perkembangan tulang dan perawatan gigi anak.
“Penggunaan herbal sebagai alternatif yang aman, efektif, dan ekonomis dapat menjadi pilihan yang alami, bebas efek samping, dan terjangkau. Namun demikian, penggunaannya harus tetap diawasi tenaga ahli dan dipastikan hanya dalam dosis tertentu agar efektivitasnya tetap maksimal,” pungkasnya. (Bg)

Baca juga  Mencegah Nyeri Lutut dan Pengapuran di Usia Senja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *