Bupati Mojokerto Apresiasi Program Gemajuza, Luluskan 5.035 Hafidz

Suasana penuh haru dan bangga tak terbendung saat sebanyak 5.035 santri dari jenjang SD, MI, SMP, MTs, hingga SMA dan SMK diwisuda dalam acara Wisuda Tahfidz Gemajuza (Gerakan Mojokerto Menghafal Juz Amma) 2025.

Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, yang hadir secara langsung menyampaikan bahwa Gemajuza bukan hanya program hafalan, tetapi tonggak utama pendidikan karakter.

“Program Gemajuza ini menjadi bagian dari misi Bupati dan Wakil Bupati untuk lima tahun ke depan yang menjadikan anak-anak kita tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas secara emosional dan menjadi anak-anak yang berkarakter berakhlakul karimah,” kata Albarra di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Rabu (28/5/2025).

Tak hanya itu, dihari yang sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto juga merayakan keberhasilan monumental atas raihan skor tertinggi nilai Standar Pelayanan Minimum (SPM) bidang pendidikan dari Kementerian Pendidikan, mendeklarasikan sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026, sekaligus meluncurkan Program Hafidz, sebagai kelanjutan dari program Gemajuza.

Empat momentum besar itu berlangsung dalam satu waktu bersamaan, ini mencerminkan misi kuat Kabupaten Mojokerto untuk mencetak generasi unggul, religius, dan berkarakter di tengah tantangan zaman.

Baca juga  Ketahanan Pangan, Pemkot Mojokerto Bagikan Bibit Cabai Gratis untuk Warga

Albarra menyebut, anak-anak yang tumbuh dengan Alquran di hati mereka akan menjadi benteng moral bagi diri sendiri dan lingkungannya, sehingga di Kabupaten Mojokerto juga terbebas dari fenomena kekerasan pelajar yang marak di berbagai daerah.

“Tidak ada peristiwa tawuran, tidak ada bawa parang, atau clurit seperti viral di medsos. Alhamdulillah di Kabupaten Mojokerto tidak ada, ini menunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Mojokerto adalah generasi Berakhlakul Karimah. Salah satunya karena adanya Gemajuza ini. Jadi mulai SD, SMP sudah diberikan pendidikan karakter, diperkenalkan dan menghafalkan Alquran. Setidaknya akan menjadi safe control,” ujarnya.

Tak hanya itu, dalam mengembangkan program Gemajuza dalam mencetak generasi penerus yang berkarakter berakhlakul karimah, Pemkab Mojokerto juga meluncurkan Program Hafidz, dimana program tersebut mendorong siswa untuk menghafal Alquran secara intensif hingga 30 juz. Program ini menyasar siswa SD dan SMP yang telah menyelesaikan hafalan juz amma atau sebagian juz lainnya.

Baca juga  Wali Kota Mojokerto Ajak Warga Kompak Wujudkan Kelurahan Sadar Hukum

“Program ini adalah investasi masa depan untuk anak-anak kita, investasi masa depan untuk generasi Kabupaten Mojokerto kedepannya. Ditangan anak-anak penghafal Alquran inilah, Insyaallah akan tumbuh pemimpin-pemimpin yang berakhlak mulia, cerdas, dan amanah,” tegasnya.

Bupati Albarra juga menegaskan pentingnya mengamalkan isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai Hafalan bukanlah tujuan akhir, tetapi awal dari perjalanan membentuk pribadi yang unggul dan berkarakter, sehingga Ia meminta kepada para wisudawan agar dapat melanjutkan hafalan Alquran hingga 30 juz.

“Jangan berhenti disini dan jangan puas hanya karena hafal 5 juz atau 10 juz, justru teruskan dan kalau bisa kemudian hafalkan secara sempurna 30 juz karena ini akan menjadi mahkota kalian dan orang tua kalian kelak nanti di surganya Allah,” ujarnya.

Momentum selanjutnya dalam acara Wisuda Gemajuza, Pemkab Mojokerto juga mendeklarasikan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) Tahun Ajaran 2025/2026. Sistem ini akan diterapkan secara serentak di seluruh sekolah di Kabupaten Mojokerto, dengan prinsip utama keadilan, akuntabilitas, dan tanpa pungutan liar.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di wilayah kita memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas sesuai dengan potensi dan minatnya,” terang Bupati yang biasa disapa Gus Bupati.

Baca juga  Melihat Peternakan Unta di Mojokerto untuk Kurban dan Kebun Binatang

Sistem ini juga dilengkapi jalur afirmasi untuk anak dari keluarga tidak mampu, jalur prestasi, dan jalur domisili. Semua dikembangkan agar tidak ada lagi praktik diskriminatif dalam PPDB.

Sementara itu, dalam laporannya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono menyampaikan bahwa program Gemajuza sudah berjalan selama lima tahun, dan setiap tahunnya mengalami peningkatan signifikan.

Ia juga merincikan jenjang SD sebanyak 2.399 anak, MI 1.170, SMP 1.093, MTs 294, serta jenjang MA/SMA/SMK sebanyak 79 siswa. Semua peserta telah melewati munaqosah (ujian hafalan) yang dilaksanakan bersama Jam’iyyah Quro’ wal Hufadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Mojokerto.

“Jumlah peserta Gemajuza setiap tahun mengalami kenaikan dari sebelumnya sebanyak 3.919 anak, tahun ini naik 1.116 anak dan program Gemajuza ini terlaksana dengan baik berkat kerjasama semua pihak khususnya Jam’iyyah Quro’ wal Hufadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) yang telah melaksanakan munaqosah,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *