Bandara Dhoho Kediri Bersiap Layani Penerbangan Umrah

Kabar gembira, Bandara Dhoho Kediri bersiap melayani penerbangan umrah. Terobosan itu diambil sebagai bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memeratakan layanan penerbangan dan memperkuat konektivitas udara di wilayahnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sudah melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan guna membahas optimalisasi sejumlah bandara daerah, khususnya Bandara Dhoho.

“Kami mendiskusikan langkah konkret untuk mengoptimalkan Bandara Dhoho. Salah satunya untuk mendukung penerbangan umrah,” kata Emil, Ahad, (3/8/2025).

Menurutnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah agen umrah besar yang saat ini mengoperasikan sekitar enam penerbangan umrah dari Jatim setiap pekan.

Baca juga  Bupati Ngawi Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 23 di Debarkasi Surabaya

Kementerian Perhubungan mendukung rencana optimalisasi Bandara Dhoho tersebut. Yakni untuk mengurangi ketergantungan pada Bandara Juanda.

Apalagi, saat ini Bandara Juanda mengalami tekanan operasional tinggi dan membutuhkan pembenahan signifikan.

“Di Juanda, kita memiliki tantangan-tantangan yang memerlukan perbaikan sangat signifikan dalam waktu dekat,” imbuh Emil.

Selain Dhoho, pemprov juga menyiapkan tiga bandara penyangga. Yakni, Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Bandara Blimbingsari Banyuwangi, dan Bandara Trunojoyo Sumenep.

Bandara-bandara itu juga perlu dioptimalkan untuk mendukung diversifikasi layanan penerbangan umrah dan mendistribusikan beban Juanda.

”Ini bertujuan untuk menyangga pengalihan penerbangan selama masa perbaikan di Juanda,” ujarnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *