Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkomitmen terus menjaga ruang belajar digital agar terhindar dari berbagai risiko kejahatan siber.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital Bonifasius Wahyu Pudjianto kepada media dikutip Jumat (12/9).
Boni mengatakan transformasi proses belajar ke ruang digital membuat literasi digital menjadi faktor penting yang harus dimiliki masyarakat agar dapat memanfaatkan ruang tersebut dengan aman.
“Melalui program Literasi Digital Nasional, kami membekali masyarakat dengan empat pilar CABE: cakap digital, aman digital, budaya digital, dan etika digital,” katanya.
Boni kemudian mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan agar aktivitas masyarakat di ruang digital terhindar dari berbagai risiko kejahatan siber.
“Kami membangun ruang belajar digital yang aman agar seluruh aktivitas pendidikan terlindungi dari ancaman siber, termasuk pencurian data pribadi, hoaks, hingga serangan digital,” tuturnya.
Untuk meningkatkan kompetensi masyarakat di bidang digital, Komdigi memiliki program Digital Talent Scholarship (DTS). Program ini merupakan salah satu bentuk integrasi teknologi digital ke dalam kurikulum pendidikan. (Bg)












