PBNU Apresiasi KPK Klarifikasi NU Terlibat Dugaan Korupsi Kuota Haji

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas klarifikasi terkait penyidikan dugaan korupsi kuota haji.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menanggapi keterangan resmi Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu.

“Terima kasih kepada KPK melalui Pak Asep yang telah memberikan pernyataan cukup jelas dan bisa dipahami dengan baik. Dengan menyatakan bahwa yang dipanggil adalah orang per orang, bukan organisasi,” kata Gus Ipul di Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Menurut Gus Ipul, penjelasan KPK penting untuk menghentikan spekulasi publik yang sempat menyeret nama PBNU dalam kasus tersebut.

Baca juga  Menteri Yusril Tegaskan KPK Belum Perlu Ambil Alih Kasus Jampidsus Febrie

“PBNU senantiasa mendukung upaya-upaya KPK dan institusi penegak hukum lainnya untuk terus melakukan pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi, sebagaimana juga sering dinyatakan oleh Presiden Prabowo,” tegasnya.

Gus Ipul menambahkan, PBNU sebagai organisasi mendukung penuh langkah KPK.

“Kami berterima kasih karena KPK telah memberikan pernyataan yang jelas tentang upaya membongkar praktik yang melanggar hukum kepada mereka yang bersalah. PBNU secara organisasi tidak terlibat. Kami mendukung dan mengapresiasi KPK,” ujarnya.

Sebelumnya, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menegaskan penyidikan dugaan korupsi kuota haji tidak ada kaitannya dengan organisasi masyarakat, termasuk PBNU. Menurut Asep, pemanggilan saksi maupun pihak yang diperiksa dilakukan atas kapasitas pribadi, bukan mewakili lembaga.

Baca juga  AJI Desak Prabowo Minta Maaf karena Sebut Wartawan Londo Ireng

“Bahwa yang kami panggil itu adalah orang per orang. Misalkan saudara A, itu yang kami panggil,” jelas Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (18/9) malam. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *