Smamda Surabaya Halalbihalal Lintas Generasi, Satukan Seluruh Kekuatan

SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya menggelar kegiatan Halalbihalal 1447 H dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara yang berlangsung pada Senin (30/3) atau 11 Syawal 1447 H ini mengusung tema “Jejak Panjang Pengabdian, Membangun Kebersamaan, Meraih Kemuliaan.”

Berbeda dengan tradisi silaturahmi biasanya, tahun ini Smamda Surabaya melibatkan seluruh komponen sejarah sekolah, mulai dari guru dan karyawan aktif, para mantan kepala sekolah, mantan guru, hingga perwakilan alumni dari berbagai angkatan sejak tahun 1975.

Kepala Smamda Surabaya, Ustaz Muklasin, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk menyatukan seluruh kekuatan demi pengembangan sekolah di masa depan.

Baca juga  UNAIR Perbanyak Program Magang Dalam dan Luar Negeri, Perkuat Soft Skill Mahasiswa

“Hari ini kita mencoba menyatukan seluruh kekuatan, baik yang sekarang masih bertugas maupun yang sudah purna. Harapan kami, semua komponen ini adalah unsur penting untuk pengembangan SMA Muhammadiyah 2 Surabaya ke depan,” ujar Ustaz Muklasin.

Dalam rangkaian acara tersebut, para mantan kepala sekolah diminta memberikan pesan-pesan moral dan spiritual sebagai nilai yang diwariskan kepada guru-guru junior. Mengingat Smamda bergerak di bidang jasa pendidikan, masukan dan kritik dari para pendahulu dianggap krusial untuk menjaga kualitas lulusan.

Sementara itu, Ustaz M. Wahyudi, Kepala Smamda periode 1984–1999, menegaskan pentingnya menjaga integritas dan kapabilitas guru. Menurutnya, sekolah tidak hanya sekadar mengumpulkan murid, tetapi harus memberikan nilai tambah dalam hal ibadah, penguasaan teknologi, dan pengembangan bakat.

Baca juga  SD Mudipat Launching Program Sedekah Karpet dan Rekor MURI 1.000 Judul Buku

“Karakter Muhammadiyah itu tetap sama, yakni penguasaan IPTEK namun tetap berlandaskan kejujuran dan takwa. Ini yang menjadi nilai tambah kita. Kemajuan Smamda tidak boleh lepas dari moral, jangan sampai terjadi kebangkrutan spiritual,” tegas Ustaz Wahyudi yang juga pernah mengajar Pendidikan Agama Islam tersebut.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang refleksi perjalanan sekolah yang kini telah memasuki kepemimpinan generasi ketiga. Melalui sinergi antar-generasi ini, Smamda Surabaya menargetkan penguatan sarana prasarana serta kualitas SDM yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar moralitasnya. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *