Bawaslu RI bersama Universitas Airlangga (UNAIR) mendorong penguatan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis masyarakat sebagai upaya menghadapi tantangan disinformasi di ruang digital. Hal itu disampaikan dalam seminar “BAWASLU CAMPUS CONNECT: GENERASI DIGITAL, DEMOKRASI TRANSPARAN” yang digelar di Aula THE, Lantai 1, Kantor Manajemen UNAIR, Kampus MERR-C, Mulyorejo, Surabaya.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Masyarakat UNAIR Prof. Muhammad Miftahussurur, dr.,M.Kes., Sp.PD., Ph.D. mengatakan perkembangan teknologi digital membuka ruang partisipasi masyarakat lebih luas. Namun keterbukaan itu juga membawa tantangan berupa penyebaran disinformasi yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi.
“Literasi digital tidak sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga bertanggung jawab,” ujarnya, Kamis (27/8).
Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk membangun pemikiran kritis dan menguji informasi. Kolaborasi Bawaslu dan perguruan tinggi dinilai penting untuk membangun ekosistem demokrasi yang sehat melalui pendidikan, literasi digital, hingga penelitian.
Sementara itu, Dr. H. Puadi, S.Pd., M.M. selaku Kepala Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data dan Informasi Bawaslu RI menegaskan kolaborasi ini tidak sebatas sosialisasi.
“Kolaborasi dengan UNAIR ini tidak hanya sebuah sosialisasi. Harapannya, tidak sekadar bersosialisasi, tetapi banyak hal yang dapat dikerjakan bersama,” jelasnya.
Puadi menyebut demokrasi membutuhkan masyarakat yang memiliki pengetahuan kritis dan kemampuan membedakan fakta dan informasi tidak benar. Perguruan tinggi memiliki peran sebagai ruang pertukaran gagasan dan perdebatan argumentasi secara kritis.
“Demokrasi tidak hanya ditopang oleh satu regulasi dan institusi. Demokrasi membutuhkan pengetahuan yang kritis serta kemampuan masyarakat membedakan fakta dan tidak,” katanya.
Lebih lanjut ia menilai arsitektur teknologi juga berpotensi memengaruhi cara berpikir manusia. Karena itu teknologi, data, dan sumber daya institusi perlu dimanfaatkan untuk mendukung masyarakat agar lebih kritis dalam menghadapi informasi.
Melalui Bawaslu Campus Connect, kolaborasi Bawaslu dan UNAIR diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut menjadi langkah bersama memperkuat literasi digital, pemikiran kritis, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi yang transparan. Bagus






