Gelang untuk jemaah haji 2026 diproduksi di Jepara. Perajin monel dari Desa Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan, Subandi, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya memproduksi sebanyak 226.000 gelang haji. Gelang tersebut diperuntukkan bagi jemaah reguler, jemaah haji khusus (plus), serta petugas haji Indonesia.
“Tahun ini Kementerian Haji dan Umrah memesan gelang haji dari saya sebanyak 226.000 gelang, itu untuk jemaah reguler maupun jemaah haji plus dan petugas. Saya mulai produksi gelang haji sudah 17 tahun, sejak tahun 2009 hingga sekarang. Alhamdulillah tempat kami dipercaya untuk membuat gelang haji se-Indonesia,” ujar Subandi, Rabu (1/4/2026).
Dalam proses produksinya, Subandi dibantu sekitar 300 pekerja. Pembuatan gelang telah dimulai sejak dua minggu sebelum Ramadan guna memenuhi target produksi tepat waktu.
Ia menjelaskan, gelang haji dibuat menggunakan bahan monel jenis stainless steel 304 yang didatangkan dari Jepang. Material ini dipilih karena kualitasnya yang unggul, tidak mudah berkarat, serta nyaman digunakan.
“Kami dibantu 300 pegawai dalam memproduksi gelang ini. Untuk bahan dasar gelang ini memakai monel jenis stainless steel 304. Bahannya kami beli dari Jepang karena kualitasnya yang baik, tidak berkarat, antiluntur, dan bisa mengilap,” jelasnya.
Proses pembuatan gelang haji melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku sesuai standar, pemotongan, sablon, pemanasan menggunakan oven, hingga pengeringan dengan sinar matahari.
Setelah itu, gelang dipotong, dibentuk melingkar menggunakan alat pres, dilanjutkan tahap finishing, hingga proses pengemasan.
“Gelang yang dipotong kan bentuknya panjang, dengan itu dibentuk melingkar menggunakan alat pres,” tambahnya.
Gelang haji merupakan perlengkapan wajib bagi seluruh jemaah selama berada di Tanah Suci. Gelang ini memuat identitas lengkap jemaah, seperti nama, asal embarkasi, kloter, nomor paspor, hingga maktab.
Karena fungsinya yang vital, jemaah tidak diperbolehkan melepas gelang tersebut. Jika terjadi kondisi darurat seperti tersesat atau terpisah dari rombongan, petugas dapat dengan mudah mengidentifikasi jemaah melalui gelang yang dikenakan. (Ym)











