Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Syafiq Mughni, MA, memberikan respons tegas terkait eskalasi konflik di Timur Tengah yang mulai berdampak pada stabilitas ekonomi dalam negeri, khususnya kenaikan harga BBM dan bahan pokok.
Dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar Muhammadiyah Ngagel di SMAMDA Tower, Surabaya, Minggu (19/4/2026), Syafiq mengimbau masyarakat untuk menjaga keseimbangan dan orientasi di tengah ujian ekonomi ini. Ia menekankan pentingnya manajemen keuangan yang efisien dengan memprioritaskan kebutuhan pokok.
“Hal-hal yang penting dan prioritas itu yang harus dikedepankan, dan hal-hal yang tidak membawa dampak positif itu bisa ditinggalkan dalam situasi seperti sekarang,” ujar Syafiq di hadapan peserta yang hadir.
Selain mengimbau masyarakat, Syafiq juga mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah nyata dalam menstabilkan ekonomi demi menenangkan warga. Ia berharap tidak ada masyarakat yang menderita tanpa mendapatkan bantuan atau sentuhan dari pemerintah.
Kritik Keras Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Tidak hanya soal ekonomi global, Syafiq juga menyoroti polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ini menuai kritik tajam. Di tengah tuntutan efisiensi anggaran, Badan Gizi Nasional justru disorot karena pengadaan sepeda listrik hingga penggunaan Event Organizer (EO) berbiaya mahal untuk acara seremonial.
Menurut Syafiq, jika program tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi perbaikan gizi masyarakat dan justru dipenuhi pemborosan, maka reformasi total atau pembubaran menjadi opsi yang realistis.
“Langkah yang bisa kita lakukan adalah mereformasi ini, mereorientasikan kembali MBG ini. Tapi kalau tidak bisa, ya memang sebaiknya dibubarkan. Buat apa kita pertahankan kalau itu berdampak buruk dan tidak bermakna bagi perbaikan krisis masyarakat kita,” tegasnya.
Ia menutup pernyataan dengan menegaskan bahwa sebuah program hanya layak dipertahankan jika terbukti bermanfaat. Sebaliknya, jika tidak membawa dampak positif bagi kemaslahatan, maka program tersebut sudah sepatutnya ditinggalkan. Bagus












