Raut bahagia terpancar dari wajah Asniah Daulay (82), jemaah calon haji tertua pada keberangkatan gelombang pertama di Asrama Haji Medan, Selasa (21/4/2026). Petani pisang asal Binjai ini akhirnya berangkat ke Tanah Suci setelah menabung selama 19 tahun dan menunggu antrean selama 9 tahun.
Asniah menceritakan bahwa perjalanannya menuju rukun Islam kelima ini penuh perjuangan. Sehari-hari, ia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari hasil kebun pisang miliknya di kawasan Kebun Lada, Kota Binjai.
“Saya menabung selama 19 tahun dari hasil kebun pisang. Saya sisihkan sedikit-sedikit, yang penting jangan pernah putus niat,” ujar Asniah pelan saat ditemui di gedung penerimaan jemaah.
Meski usianya sudah senja, semangat Asniah tidak surut walau sempat merasa ragu karena masa tunggu yang cukup lama. “Saya sempat kepikiran apa masih sempat berangkat. Usia makin tua, tenaga makin berkurang. Tapi saya selalu berdoa, ‘Ya Allah, panggil saya sebelum saya tidak kuat lagi,'” ucapnya haru.
Tahun ini, Asniah dijadwalkan berangkat didampingi oleh keponakannya. Ia mengaku tidak meminta banyak dalam doanya nanti, selain kesehatan dan kebahagiaan bagi keluarganya.
Ketua PPIH Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, mengonfirmasi bahwa Asniah merupakan bagian dari 360 jemaah Kelompok Terbang (Kloter) 01 yang resmi masuk asrama hari ini.
“Dari total 360 jemaah, sebanyak 223 orang berasal dari Binjai dan 131 dari Medan. Jemaah didominasi perempuan sebanyak 212 orang, dan laki-laki berjumlah 148 orang,” jelas Zulkifli.
Kloter pertama ini didampingi oleh enam petugas yang terdiri dari TPHI, TPIHI, tenaga medis, dan Petugas Haji Daerah (PHD) yang terbagi dalam sembilan rombongan guna memastikan kelancaran ibadah di Tanah Suci. Bg












