Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul secara tegas menyatakan tidak akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU dalam gelaran Muktamar ke-35 mendatang.
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini merasa dirinya tidak memiliki potongan atau kapasitas untuk menduduki posisi pucuk pimpinan di organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
“Oh, enggak [mencalonkan diri jadi Ketum PBNU]. Kalau itu enggak itu, enggak, enggak potongan,” kata Gus Ipul sambil tertawa, di sela meninjau proses pembangunan Sekolah Rakyat Kedung Cowek, Surabaya, Ahad (3/5).
Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang mengenai bursa calon ketua umum menjelang pelaksanaan Muktamar.
Gus Ipul memilih fokus pada tugas-tugas organisasi yang sedang diemban saat ini daripada masuk dalam kontestasi pemilihan. Dalam muktamar nanti dia juga bertugas sebagai Ketua Organizing Committee (OC).
Selain menepis isu pencalonannya, Gus Ipul juga memberikan kepastian mengenai jadwal pelaksanaan Muktamar PBNU. Berdasarkan hasil koordinasi internal melalui rapat pleno dan rapat gabungan, forum tertinggi tersebut digelar pada bulan Agustus 2026 ini.
Pelaksanaan muktamar itu, kata Gus Ipul, ditetapkan setelah PBNU mempertimbangkan masukan dari Pengurus Wilayan Nahdlatul (PWNU) se-Indonesia, yang menyampaikan tuntutannya beberapa waktu lalu. Bg








