Petugas Haji RI Gerak Cepat Beri Pertolongan Jemaah Lansia Sesak Napas di Masjid Nabawi

Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPJH) PPIH Arab Saudi bergerak cepat menangani seorang jemaah haji lanjut usia asal Indonesia yang mengalami sesak napas, batuk, dan lemas di Masjid Nabawi.

Jemaah berinisial SDS dari Kloter KJT-10 dievakuasi dari Pintu 12 Masjid Nabawi menuju pos layanan darurat kesehatan di kawasan masjid setelah petugas menerima laporan kondisi kesehatannya menurun saat menjalankan ibadah.

Dokter PKPJH, Rheza, menjelaskan hasil pemeriksaan awal menunjukkan tekanan darah jemaah mencapai 159/100 mmHg, denyut nadi 124 kali per menit, frekuensi pernapasan 28 kali per menit, suhu tubuh 37,6 derajat Celsius, dan saturasi oksigen 92 persen.

Baca juga  Minat Warga Tinggi, Paket Umroh Plus Taif Bin Dawood Jadi Primadona di Haji Expo 2026

“Berdasarkan riwayat kesehatan, jemaah tersebut pernah mengalami tuberkulosis sekitar satu tahun lalu dan telah dinyatakan sembuh. Setelah pemeriksaan awal, petugas medis memutuskan merujuk jemaah ke Prince Sultan Armed Forces Hospital untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya dalam keterangan Ahad (3/5/2026).

Hasil pemeriksaan dokter di rumah sakit menyatakan jemaah mengalami infeksi bakteri. Setelah menjalani observasi, kondisi jemaah berangsur stabil dan diperbolehkan menjalani rawat jalan.

Jemaah tetap diwajibkan menjalani suntikan antibiotik Ceftriaxone setiap 24 jam selama tiga hari di klinik, serta mengonsumsi paracetamol 2 kali 1 gram sesuai rekomendasi dokter.

“Seluruh instruksi dokter sudah kami sampaikan kepada petugas kesehatan kloter. Jemaah sudah diserahkan kembali kepada Ketua Kloter dan tim kesehatan kloternya,” jelas dr. Rheza.

Baca juga  Kemenhaj Cabut Izin KBIHU yang Terlibat Kecelakaan Bus di Madinah

Peristiwa ini kembali menunjukkan kesiapan tim medis PPIH Arab Saudi dalam memberikan layanan cepat di titik-titik ibadah utama, terutama bagi jemaah lanjut usia yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.

Pada musim haji, cuaca panas, kepadatan jemaah, serta aktivitas ibadah yang tinggi menjadi faktor yang dapat memicu gangguan kesehatan. Karena itu, petugas mengimbau jemaah, khususnya lansia, untuk menjaga kondisi tubuh, cukup istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, dan segera melapor apabila mengalami keluhan kesehatan. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *