Dinas Pendidikan Jawa Timur menyiapkan kuota khusus melalui beasiswa sekolah swasta bagi calon murid yang tidak diterima di SMA/SMK dan SLB negeri dalam Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, langkah tersebut akan dilakukan lewat kolaborasi dengan sekolah swasta sebagai solusi keberlanjutan pendididikan para murid SMP, karena daya tampung sekolah negeri sangat terbatas.
“Supaya yang swasta ini bisa memberikan kuota khusus. Istilahnya beasiswa bagi anak-anak kita yang tidak tertampung di negeri,” katanya, Selasa (19/5/2026).
Aries menjelaskan, basiswa sekolah swasta untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB itu nantinya, ada yang berupa beasiswa penuh maupun bantuan potongan biaya pendidikan.
“Ini yang lagi kita godok lagi. Banyak anak-anak kita yang tidak masuk di negeri, kita masukkan dia di swasta tapi dengan dapat beasiswa,” ucapnya.
Sementara soal tahapan SPMB 2026, Dinas Pendidikan Jatim mengubah urutan pendaftaran. Jalur domisili kini ditempatkan pada tahap pertama, menggeser jalur afirmasi yang kini menjadi tahap kedua.
Sedangkan terkiat seleksi SMA Taruna, pihaknya memastikan sudah selesai dilakukan lebih awal, karena membutuhkan rangkaian tes fisik hingga akademis yang panjang.
“SMA Taruna itu tesnya ada tes jasmani, psikotes, akademik, jadi banyak yang dites termasuk wawancara langsung. Nah ini kenapa dia duluan sebelum anak-anak itu lulus karena memang tesnya sangat berjenjang, jadi kita butuh waktu sehingga mereka didahulukan,” jelasnya.
Ia memastikan, para calon murid yang dinyatakan tidak lolos dalam seleksi SMA Taruna juga masih memiliki kesempatan untuk mendaftar ke sekolah negeri reguler melalui jalur SPMB yang dibuka setelahnya.
“Kalau mereka tidak lulus, mereka punya pilihan masuk ke sekolah negeri umumnya,” pungkasnya. (Ym)












