Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku bakal mempercepat pengembangan ekosistem bus listrik melalui penguatan industri kendaraan listrik berbasis tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Tak hanya itu pemerintah juga akan percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan di sektor transportasi publik.
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Mahardi Tunggul Wicaksono mengatakan industri otomotif nasional siap mendukung era kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB), termasuk untuk sektor kendaraan berat seperti bus dan truk listrik.
“Di Indonesia saat ini ada sembilan industri lokal yang memproduksi bus dan truk listrik. Kita telah mampu melayani kebutuhan angkutan barang hingga kendaraan layanan khusus,” kata Mahardi, Kamis (21/5).
Menurut dia sejumlah produk bus listrik nasional bahkan telah mencapai nilai TKDN di atas 40 persen, termasuk pada sektor industri karoseri.
Menurut Mahardi pemerintah juga tengah merevisi regulasi terkait komponen utama TKDN dalam mendukung peningkatan kandungan lokal industri kendaraan listrik nasional.
Ia bilang regulasi tersebut akan menjadi instrumen tambahan untuk memperkuat implementasi aturan TKDN yang telah berjalan.
“Kami sedang melakukan revisi per dirjen komponen utama TKDN bersama pelaku industri karoseri dan dalam waktu dekat regulasi itu diharapkan bisa diterbitkan,” ujarnya. Bg












