Prabowo Pecat Bos BGN Dadan Hindayana

Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana sebagai kepala BGN dan juga Lodewijk Paulus dan  Sony Sanjaya sebagai wakil kepala BGN, Selasa (3/6) malam.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan keputusan pergantian pimpinan BGN merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan presiden terhadap kinerja kementerian dan lembaga pemerintah, termasuk lembaga yang bertanggung jawab menjalankan program peningkatan gizi masyarakat tersebut.

Menurut Prasetyo, BGN memegang peran strategis dalam memastikan program MBG berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu menjangkau seluruh kelompok penerima manfaat. Karena itu, pemerintah menilai diperlukan penguatan kelembagaan untuk menjawab tantangan implementasi program yang terus berkembang.

Baca juga  Fluktuasi Kurs Dolar, Bapanas Jamin Harga Beras SPHP tak Naik

“Presiden secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh jajaran kabinet serta lembaga pemerintah. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam mengambil berbagai langkah perbaikan, termasuk di Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo dalam siaran pers, Rabu (3/6).

Selain mempertimbangkan laporan dari kementerian dan lembaga terkait, presiden juga menerima berbagai masukan dari pemerintah daerah serta masyarakat yang menjadi penerima manfaat Program MBG. Berbagai catatan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi dalam menentukan arah penguatan organisasi BGN ke depan.

Sebagai tindak lanjut, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai kepala BGN yang baru, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono sebagai wakil kepala BGN. Ketiganya diharapkan dapat mempercepat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program.

Baca juga  Purbaya Tegaskan Aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam Berlaku Besok

Pemerintah menegaskan pergantian kepemimpinan ini tidak akan memengaruhi keberlangsungan Program MBG. Sebaliknya, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program serta memperkuat tata kelola lembaga.

Prasetyo menambahkan pemerintah tetap memberikan apresiasi kepada pimpinan sebelumnya atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi organisasi sejak BGN dibentuk. Namun, seiring dengan semakin luasnya cakupan program MBG, diperlukan pendekatan dan strategi baru agar target peningkatan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal.

Fokus utama pemerintah adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik dan manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh penerima,” kata Prasetyo. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *