Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu, 4 Juni 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp18.015 per dolar AS.
DPR RI meminta pemerintah dan Bank Indonesia segera memperkuat koordinasi untuk merespons pelemahan nilai tukar rupiah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan pasar keuangan.
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan pemerintah perlu segera melakukan konsolidasi fiskal dan moneter. Menurutnya, koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) harus diperkuat untuk mengendalikan fluktuasi rupiah.
“DPR merekomendasikan kepada pemerintah terutama Kementerian Keuangan untuk segera melakukan konsolidasi fiskal moneter dengan Bank Indonesia. Kita kan udah memahami dari tahun ke tahun bagaimana intervensi BI melakukan operasi moneter ketika terjadi fluktuasi rupiah,” kata Cucun saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, (4/6/2026).
Ia menilai pemerintah memiliki berbagai instrumen untuk dapat meredam gejolak nilai tukar. Salah satunya melalui skema yang diatur dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Cucun menegaskan respons terhadap pelemahan rupiah tidak boleh ditunda terlalu lama. Menurutnya, pemerintah dan Bank Indonesia perlu segera menentukan langkah bersama untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
“Sekarang yang harus dilakukan segera, mau siapa yang inisiatif. Mau Menteri Keuangan atau BI melakukan konsolidasi fiskal dan moneter dalam menghadapi fluktuasi nilai tukar rupiah ini, itu penting,” ujarnya.
Ia juga menyebut Bank Indonesia dapat melakukan intervensi apabila diperlukan. Langkah tersebut dapat ditempuh jika cadangan devisa dinilai masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas rupiah. (Ym)












