Muhammadiyah-Kemendikdasmen Kolaborasi Bangun Ruang Kelas Darurat di Daerah Terdampak Bencana

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memulai pembangunan Ruang Kelas Darurat (RKD) bagi sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera Utara.

Program ini ditandai dengan peletakan batu pertama di SD Negeri 10 Linge, Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan 33 ruang kelas darurat di sembilan sekolah yang tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Tapanuli Tengah di Sumatera Utara, serta Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Gayo Lues di Aceh.

Secara keseluruhan, MDMC akan membangun 33 ruang kelas darurat di dua provinsi. Sebanyak 10 ruang kelas akan dibangun di tiga sekolah di Kabupaten Tapanuli Tengah, empat ruang kelas di SD Negeri 10 Linge Kabupaten Aceh Tengah, dan 19 ruang kelas di lima sekolah di Kabupaten Gayo Lues.

Baca juga  Edy Susanto Resmi Dilantik Jadi Kepala SD Mudipat Periode 2026-2027

Ketua Pos Koordinasi Nasional (Poskornas) MDMC PP Muhammadiyah, Indrayanto, menyampaikan bahwa peletakan batu pertama di SD Negeri 10 Linge menjadi langkah awal dalam upaya mendukung keberlangsungan pendidikan pascabencana.

“Hari ini kami berada di Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di SD Negeri 10 Linge. Di sini akan dibangun ruang kelas darurat dan dilakukan peletakan batu pertama serta doa bersama dengan masyarakat, guru, dan kepala sekolah. Harapannya proses pembangunan berjalan lancar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat tumbuh, berkembang, dan berkemajuan,” ujarnya dalam rilis, Kamis (17/6/2026).

Menurut Indrayanto, pembangunan ruang kelas darurat ini merupakan bagian dari kolaborasi MDMC dengan Kemendikdasmen dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana.

Baca juga  Usung Tema “Revolusi Hijau Nusantara”, YPM Carnival 1448 H Kompleks Panjunan Sukodono Berlangsung Meriah dan Inspiratif

“Kegiatan ini merupakan simbol kemitraan antara MDMC dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam pembangunan ruang kelas darurat di Tapanuli Tengah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Total terdapat sembilan sekolah dan 33 ruang kelas darurat yang akan dibangun. Harapannya pendidikan pascabencana dapat bangkit kembali dan berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 10 Linge, Nurdinsah, menyampaikan apresiasinya kepada Kemendikdasmen dan MDMC atas dukungan yang diberikan kepada sekolahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta tim MDMC Muhammadiyah yang telah hadir membangun empat ruang kelas darurat di sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan proses belajar mengajar,” katanya.

Baca juga  SD Mudipat Umumkan Inovasi Kurikulum Kelas Tahfidz Tahun Ajaran Baru

Hingga pertengahan Juni 2026, pembangunan ruang kelas darurat di Kabupaten Tapanuli Tengah telah menyelesaikan tahap verifikasi dan distribusi material ke gudang utama, serta mulai memasuki tahap pengerjaan di lapangan. Sementara itu, di Kabupaten Gayo Lues, pembangunan pada salah satu sekolah di Blangkejeren telah dimulai, sedangkan beberapa lokasi lainnya masih menunggu tahapan lanjutan.

Melalui pembangunan ruang kelas darurat ini, MDMC bersama Kemendikdasmen berupaya memastikan layanan pendidikan tetap berjalan bagi anak-anak terdampak bencana sekaligus mendukung percepatan pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *