Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan rencana impor minyak dari Rusia terus berproses setelah sebelumnya disepakati dalam kerja sama antarpemerintah (government to government/G2G) kedua negara.
Nantinya, impor tersebut akan dilakukan oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Bahlil mengatakan proses teknis pengadaan saat ini masih berjalan. Namun, secara prinsip kontrak kerja sama telah disepakati.
“Saya coba cek secara teknis ya, tapi yang saya tahu adalah kontrak sudah dilakukan. Dilakukan oleh Lemigas, BLU daripada Kementerian ESDM,” ujar Bahlil, Kamis (25/6).
Meski belum merinci volume minyak yang akan didatangkan, Bahlil menyebut kapasitas impor dari Rusia masih berpotensi bertambah pada masa mendatang.
“Volumenya itu bisa berkembang lebih banyak lagi ke depan, tapi kontraknya sudah,” jelasnya.
Bahlil juga menepis kekhawatiran terkait kemungkinan dampak kebijakan krisis energi Rusia terhadap ekspor bahan bakar yang kerja dengan Indonesia.
Menurut Bahlil, komitmen pasokan energi dari Rusia tetap terjaga karena telah dibahas langsung di tingkat kepala negara.
“Kita kan sudah ada deal antara G2G dengan Presiden Putin dan Presiden Prabowo,” imbuhnya. Bg












