KAI Daop 8 Surabaya: 18 Stasiun Terintegrasi dengan KA Commuter Lokal

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya terus memperkuat konektivitas transportasi berbasis rel di Jawa Timur melalui integrasi layanan Kereta Api Jarak Jauh dengan KA Commuter/Lokal. Upaya ini merupakan bagian dari transformasi layanan KAI dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin praktis, efisien, dan seamless (berkesinambungan) bagi masyarakat.

Hingga saat ini, dari total 40 stasiun yang melayani naik dan turun penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya, sebanyak 18 stasiun telah terintegrasi dengan layanan KA Commuter/Lokal. Stasiun-stasiun tersebut meliputi Surabaya Kota, Surabaya Gubeng, Wonokromo, Mojokerto, Waru, Sidoarjo, Surabaya Pasarturi, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Bangil, Lawang, Malang, Malang Kotalama, Kepanjen, Sumberpucung, Kesamben, dan Wlingi.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan bahwa integrasi antarlayanan ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam membangun sistem transportasi yang saling terhubung, sehingga pelanggan dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih mudah tanpa harus berganti ke moda transportasi lain.

Baca juga  Prabowo Pimpin Panen Raya Padi dan Tebu Serentak 43 Titik Bersama TNI

“Integrasi antara KA Jarak Jauh dengan KA Commuter/Lokal memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk melanjutkan perjalanan secara lebih praktis dan efisien. Masyarakat dari berbagai daerah kini semakin mudah mengakses layanan KA Jarak Jauh, begitu pula pelanggan yang datang dari luar kota dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah di Jawa Timur menggunakan KA Commuter atau KA Lokal. Inilah wujud komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan,” ujar Mahendro Selasa (21/7).

Menurutnya, keberadaan 18 stasiun integrasi tersebut menjadi solusi atas tingginya mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dan wilayah penyangga. Pelanggan yang tiba menggunakan KA Jarak Jauh dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir menggunakan KA Commuter/Lokal, begitu pula sebaliknya.

Baca juga  Dirjen Pajak Klarifikasi Libatkan TNI Polri Awasi Wajib Pajak

Konektivitas ini juga menghadirkan berbagai manfaat bagi pelanggan, di antaranya mempercepat perpindahan perjalanan, memperluas jangkauan layanan kereta api hingga ke wilayah penyangga, menyediakan alternatif transportasi yang lebih ekonomis, serta mendukung mobilitas yang ramah lingkungan melalui penggunaan transportasi massal berbasis rel.

Lebih dari sekadar titik perpindahan layanan, ke-18 stasiun tersebut kini berperan sebagai simpul mobilitas yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas masyarakat, seperti kawasan pendidikan, pemerintahan, bisnis, industri, hingga destinasi wisata di berbagai daerah di Jawa Timur.

Melalui jaringan yang semakin terintegrasi, masyarakat dari wilayah Lamongan, Bojonegoro, Mojokerto, Sidoarjo, Bangil, hingga Malang Raya memiliki akses yang semakin mudah menuju berbagai kota di Pulau Jawa menggunakan KA Jarak Jauh. Sebaliknya, pelanggan KA Jarak Jauh juga dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai kota tujuan menggunakan layanan KA Commuter/Lokal secara lebih praktis tanpa perlu berpindah moda transportasi.

Baca juga  Menteri P2MI Kerjasama Penempatan TKI ke Jerman-Malaysia

“KAI tidak hanya menghadirkan perjalanan antarkota, tetapi juga membangun konektivitas antardaerah melalui transportasi berbasis rel yang saling terintegrasi. Kami berharap kemudahan ini semakin mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, serta berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat di Jawa Timur,” tambah Mahendro.

KAI Daop 8 Surabaya mengimbau pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk memperhatikan jadwal keberangkatan KA Jarak Jauh maupun KA Commuter/Lokal agar proses perpindahan layanan berjalan lancar.

Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya akan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat integrasi antarmoda maupun antarlayanan perkeretaapian guna mewujudkan ekosistem transportasi publik yang modern, terkoneksi, serta mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *