Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menargetkan 100 gedung permanen Sekolah Rakyat dapat beroperasi pada akhir 2026.
Jika target itu tercapai, jumlah gedung permanen Sekolah Rakyat akan bertambah menjadi lebih dari 200 unit pada 2027.
“Yang kami harapkan di tahun ini ada lebih dari 100 gedung permanen Sekolah Rakyat bisa beroperasi,” kata Gus Ipul, Rabu (22/7/2026).
Sesuai jadwal, Sekolah Rakyat permanen sudah mulai beroperasi sejak pertengahan Juli 2026. Namun karena sebagian unit masih dalam proses pembangunan, Mensos memberi tenggat waktu dimulainya pembelajaran hingga 31 Agustus 2026.
Gus Ipul mencontohkan Sekolah Rakyat permanen di kawasan Kedung Cowek, Surabaya, Jawa Timur. Sekolah itu ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Agustus 2026.
“Iya, insyaallah akhir Agustus ini. Ini masih masa transisi, uji coba. Nanti kalau sudah, tanggal 31 Agustus insyaallah semuanya bisa digunakan,” ujarnya.
Di sisi lain, Gus Ipul menyebut kuota peserta didik Sekolah Rakyat jenjang SD belum terpenuhi. Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA yang sudah melebihi target.
“Iya, secara umum kuota yang belum terpenuhi itu SD. Kalau untuk SMP dan SMA sudah over kuota,” jelasnya.
Setiap Sekolah Rakyat rata-rata membuka kuota 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, maupun SMA. Dari target 28 ribu siswa secara nasional, pemenuhan kuota SD baru mencapai sekitar 50 persen atau 5.000 dari 9.000 kuota.
Pemerintah memberi waktu 1-2 bulan ke depan untuk memenuhi kekurangan kuota SD. Jika tidak terpenuhi, sisa kuota akan dialihkan ke jenjang lain.
“Jadi masih ada waktu 1 sampai 2 bulan. Sebagian orang tua memang masih perlu adaptasi, masih belum tega anaknya sekolah sistem boarding,” kata Gus Ipul. (Ym)












