Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membeberkan masterplan pemerintah untuk mengembangkan jalur kereta mirip Jepang dan reaktivasi rel kereta mati hingga 14 ribu kilometer dalam beberapa tahun ke depan.
Langkah tersebut menyusul rencana pemerintah untuk pengembangan jaringan kereta Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi. Nantinya, penyusunan masterplan meliputi pembangunan dan reaktivasi rel kereta yang sudah tidak aktif hingga 14 ribu kilometer.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, di mana kita harus membangun dan atau melakukan reaktivasi terhadap rel-rel kereta yang sudah ada tapi pasif selama ini hingga 14 ribu kilometer dalam sekian puluh tahun ke depan,” ujar AHY di Jakarta, Kamis (23/7).
AHY mengatakan dalam rencana pengembangan rel kereta, Indonesia akan mencontoh Jepang. Pertimbangannya karena Negeri Sakura memiliki karakteristik kontur yang sama dengan Indonesia, serta memiliki kemampuan membangun jaringan kereta secara luas.
“Kalau kita menggunakan benchmark Jepang misalnya, sebagai salah satu negara yang memiliki kontur dan karakteristik mirip dengan Indonesia, sama-sama punya 14 ribu atau lebih 13 ribu pulau, tapi mereka mengembangkan kereta dengan begitu luas jaringannya sampai bisa digunakan oleh masyarakat di pulau-pulau utama mereka,” ujar AHY.
Kehadiran jaringan kereta yang lebih baik diharapkan mampu mempermudah akses untuk jalur logistik di jangka panjang.
“Kita juga harapkan bisa mengembangkan itu (jalur kereta), sehingga jalur logistik ini bisa lebih terpenuhi,” sambung AHY. Bg












