Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh warganya, untuk saling menguatkan rasa gotong royong dan kebersamaan, menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI). Dirinya juga mengajak seluruh warga untuk menjaga keamanan dan ketentraman, di Kota Surabaya.
Menurutnya, Hari Kemerdekaan RI juga menjadi ujung tombak, untuk membangkitkan semangat warga Kota Surabaya, dalam menebar kebaikan. “Ayo jaga Kota Surabaya, karena Surabaya adalah Kota Pahlawan dan Hari Kemerdekaan ini, menjadi ujung tombak kita, menjadi ujung tombak kita untuk selalu menebar kebaikan,” kata Wali Kota Eri, Selasa (4/8).
Di kesempatan ini, Wali Kota Eri mengimbau kepada warganya, untuk tidak menarik iuran dengan cara memaksa, dalam merayakan HUT RI. Menurutnya, menarik iuran untuk berpartisipasi menyemarakkan HUT RI, bisa dengan cara sukarela, atau tanpa memaksa.
“Saya minta tolong kepada warga Surabaya, kita ini harus hidup gotong royong, apalagi menyambut Hari Kemerdekaan. Tapi yang harus kita ingat, tidak semua orang memiliki rezeki yang sama, maka ketika meminta iuran untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan ini, kita memberikan iuran yang sukarela, tidak menentukan angkanya berapa,” imbau Wali Kota Eri.
Diketahui sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.3/16871/436.1.1/2026, tentang batasan penarikan iuran rutin warga, di lingkungan RT/RW. Dalam SE ini disebutkan, iuran hanya diperuntukkan tiga hal utama, yakni keamanan, kebersihan, dan fasilitas umum, yang belum diserahkan kepada Pemkot Surabaya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto sebelumnya juga menjelaskan, terkait SE tersebut, bahwa iuran atau sumbangan untuk perayaan HUT RI atau 17-an tetap diperbolehkan, asalkan sifatnya harus sukarela dan tidak boleh ada pemaksaan nominal. Eddy juga menekankan, partisipasi warga dalam memeriahkan HUT RI, diperbolehkan selama berlandaskan asas kebersamaan dan kemampuan masing-masing warga.
“Prinsip utamanya adalah tidak ada paksaan nominal. Penarikan dilakukan secara sukarela, tanpa mematok besaran angka, dan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi warga,” tegas Eddy.
Lebih lanjut, Eddy menyampaikan bahwa momen peringatan kemerdekaan setahun sekali ini, merupakan momentum penting untuk memupuk kebersamaan, di tingkat akar rumput. Sehingga, partisipasi swadaya warga menjadi bentuk nyata penghormatan dan apresiasi atas perjuangan, para pahlawan yang telah gugur.
“Perayaan HUT RI juga merupakan wujud kegiatan gotong royong, warga dalam mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, semangat kebersamaan yang dibangun, secara sukarela dapat mempererat tali silaturahmi antar warga di lingkungan RT/RW,” terangnya.
Terakhir, Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW, untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka, baik untuk iuran rutin, maupun sumbangan kegiatan kemerdekaan. “Kami berharap dengan pengelolaan yang jujur dan partisipasi yang sukarela, perayaan HUT Ke-81 RI di Kota Surabaya dapat berlangsung meriah, hangat, serta menjadi cerminan nyata, dari gotong royong Kampung Pancasila,” pungkasnya. (yunus)












