Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Firman M Nur mendorong warga untuk memilih Haji Khusus daripada Haji reguler. Salah satu alasannya adalah waktu tunggu yang lebih cepat.
“Haji khusus ini salah satu cara cepat untuk berhaji ke tanah suci tanpa menunggu 26 sampai 30 tahun (untuk haji reguler). Haji khusus daftar tunggunya masih 7 sampai 10 tahun. Tapi realitanya, ini bocoran, untuk musim haji 2026 kemarin ada jamaah yang sudah berangkat padahal daftarnya tahun 2023, itu artinya daftar tunggunya 3 tahun,” ujar Firman M Nur saat membuka pameran Haji & Umrah AMPHURI Islamic Travel Expo (AITE) di Royal Plaza Surabaya, Rabu (5/8/2029).
Menurutnya, memang haji khusus lebih mahal dari haji reguler, namun memberikan kepastian berangkat lebih cepat. Kuncinya adalah jamaah siap dana.
“Karena siap dana. Ketika naik jadi waiting list dia langsung siap melunasi. Karena banyak (jamaah lain) yang belum siap melunasi haji khusus sehingga waiting list cepat naik,” terangnya.
Firman juga berpesan, masyarakat jangan mendaftar haji dengan cara tidak pasti. Sebab saat ini haji furoda sudah tidak ada, sedangkan haji bisa mujamalah sangat terbatas.
“Lebih baik daftar haji khusus, walaupun daftar tunggunya 7 tahun tapi realitanya 5 tahun sudah berangkat,” imbuhnya.
Pameran AITE ini digelar oleh AMPHURI DPD Jawa Timur selama lima hari, di Royal Plaza Surabaya, 5-9 Agustus 2026.
Pameran ini diikuti 31 travel haji umrah yang resmi.
Dengan adanya pameran AITE ini Firman mengajak masyarakat untuk memanfaatkan promo menarik dan diskon untuk pendaftaran Haji khusus maupun umrah.
“Saya yakin dengan AITE ini adalah moment terbaik bagi masyarakat untuk mendapatkan promo-promo terbaik,” terangnya.
“Promonya tidak kaleng-kaleng, walaupun diskon tapi pelayanannya terbaik, InsyaAllah, ” pungkasnya. (Ym)











