Warga Jawa timur dikejutkan dengan kabar duka datang dari dunia hukum. Pengacara asal Sidoarjo Muhammad Sholeh atau yang akrab disapa Cak Sholeh meninggal dunia pada Jumat (7/8) dini hari.
Cak Sholeh mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.00 WIB setelah menjalani perawatan di RS Siloam. Kabar tersebut dibenarkan oleh sang istri, Ana.
“Betul, suami saya meninggal. Mohon maaf kalau ada kesalahan dari suami saya,” ujar Ana dalam keterangannya, Jumat.
Ana mengatakan, Cak Sholeh telah mengalami sakit autoimun selama sekitar lima tahun terakhir. Dalam 20 hari terakhir sebelum meninggal, almarhum menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Jam 3 pagi meninggalnya, dirawat di RS Siloam. Sakit autoimun, sudah lima tahun sakitnya. Di rumah sakit sudah 20 hari,” katanya.
Jenazah Cak Sholeh rencananya dimakamkan di Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Almarhum diketahui merupakan Wakil Pengasuh Pondok Pesantren tersebut.
Nama Cak Sholeh dikenal luas publik melalui aktivitasnya sebagai advokat yang aktif menyuarakan berbagai persoalan hukum dan sosial melalui media sosial. Ia identik dengan slogan “No Viral No Justice”, yang kemudian menjadi nama lembaga bantuan hukum (LBH) yang dipimpinnya.
Melalui pendekatan tersebut, Cak Sholeh kerap mengangkat berbagai kasus yang menjadi perhatian masyarakat dan mendorong akses keadilan melalui jalur hukum.
Kepergian Cak Sholeh meninggalkan jejak sebagai sosok advokat yang dikenal aktif menyuarakan isu hukum dan sosial di tengah masyarakat. (Nch)












