Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur turut menerapkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Masjid) Tahun 2026 yang digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia, Senin (10/8/2026). Di Jawa Timur, jajaran Kanwil Kemenag Jatim melaksanakan aksi bersih-bersih di Masjid Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.
Pembukaan Geber Masjid 2026 dipusatkan di Masjid Fatahillah, Balai Kota Jakarta, dan dibuka langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Kegiatan tersebut diikuti secara serentak oleh jajaran Kementerian Agama bersama masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa rumah ibadah merupakan tempat yang sakral dan memiliki kedudukan penting dalam kehidupan manusia. Rumah ibadah menjadi ruang bagi manusia untuk berkomunikasi dengan Tuhan sekaligus membangun kebersihan jiwa.
“Rumah ibadah adalah tempat manusia berkomunikasi dengan Tuhan. Dengan beribadah di rumah ibadah, pikiran yang bengkok menjadi lurus dan hati yang kotor menjadi bersih,” tutur Menag.
Menag juga mengajak masyarakat memaknai kegiatan bersih-bersih masjid sebagai bagian dari upaya memuliakan rumah Allah. Menurutnya, tempat yang digunakan untuk beribadah dan mengaji akan menjadi tempat yang penuh keberkahan.
“Kalau kita membersihkan masjid, sama saja kita membersihkan rumah Allah,” tegasnya.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, beserta jajaran turut hadir mengikuti pembukaan secara virtual. Ia menyampaikan bahwa Geber Masjid memiliki makna lebih luas daripada sekadar kegiatan membersihkan lingkungan rumah ibadah. Menurutnya, kebersihan masjid merupakan bagian dari upaya menciptakan tempat ibadah yang nyaman sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin mencintai dan memakmurkan masjid.
“Masjid adalah rumah Allah yang menjadi tempat umat beribadah, belajar, bersilaturahmi, dan membangun kehidupan sosial keagamaan. Karena itu, menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid merupakan bentuk kepedulian kita terhadap rumah ibadah sekaligus bagian dari upaya memakmurkannya,” ujar Kakanwil.
Ia menilai semangat gotong royong yang dibangun melalui Geber Masjid sejalan dengan nilai-nilai kebersamaan yang perlu terus dirawat di tengah masyarakat.
“Geber Masjid menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Kita ingin gerakan ini tidak berhenti pada satu hari kegiatan, tetapi menjadi kesadaran bersama untuk terus menjaga kebersihan, merawat, dan memakmurkan masjid secara berkelanjutan,” tambahnya.
Kakanwil juga mengapresiasi keterlibatan jajaran Kemenag Jatim dan masyarakat dalam gerakan tersebut. Ia berharap masjid-masjid di Jawa Timur semakin bersih, nyaman, dan mampu menjalankan fungsinya sebagai pusat ibadah, pembinaan, serta pemberdayaan umat.
Usai mengikuti pembukaan secara daring, jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur melanjutkan kegiatan dengan aksi bersih-bersih di Masjid Al-Ikhlas. Para pegawai bergotong royong membersihkan berbagai bagian masjid.
Sasaran kegiatan meliputi area utama tempat salat, penataan lemari mukena dan perlengkapan ibadah, teras masjid, kamar mandi, hingga bagian dalam atap masjid. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama untuk memastikan lingkungan masjid tetap bersih, rapi, sehat, dan nyaman bagi jamaah.
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jatim, Munir, mengatakan bahwa Geber Masjid menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kebersihan rumah ibadah.
“Geber Masjid bukan sekadar membersihkan bangunan, tetapi membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Antusiasme terhadap Geber Masjid juga terlihat dari tingginya partisipasi masjid di Jawa Timur. Berdasarkan data pendataan melalui Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama pada Senin (10/8/2026) pukul 09.00 WIB, tercatat sebanyak 12.161 masjid di Jawa Timur mengikuti kegiatan Geber Masjid 2026.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya dukungan masyarakat dan pengurus masjid di Jawa Timur terhadap gerakan kebersihan rumah ibadah. Partisipasi tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan masjid, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Selain aksi bersih-bersih, Kementerian Agama juga mendorong pendataan partisipasi Geber Masjid melalui SIMAS. Masjid yang mengikuti gerakan tersebut dapat melakukan pendataan sesuai mekanisme yang telah disiapkan Kementerian Agama. Peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam Gerakan Bersih-Bersih Masjid 2026.
Geber Masjid 2026 menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gerakan ini sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui aksi nyata di lingkungan rumah ibadah. Bg






