Kejar Target Rp43 Triliun, Pemkot Perkuat Investasi Lewat Inovasi Digital

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut kunjungan Tim Pelaksana Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Daerah, bersama Tim Panel Penilai Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM di Ruang Kerja Wali Kota, Kamis (20/8). Hal ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, melalui berbagai inovasi perizinan berbasis digital.

Kunjungan tersebut, juga bertujuan untuk melakukan verifikasi lapangan dan wawancara mendalam, terkait kinerja layanan investasi di Kota Pahlawan. Penilaian ini merupakan bagian dari tahapan Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026.

Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa Pemkot Surabaya, telah menerapkan sistem integrasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta menghadirkan Klinik Investasi untuk mempermudah para pelaku usaha.

Baca juga  Pemkot Surabaya dan DWP Gelar Khitan Massal untuk 280 Anak

“Sistem kami memungkinkan pemantauan real-time dari ruang kerja. Berapa izin yang masuk dan selesai, semua terpantau. Kami juga menyediakan Klinik Investasi yang mendampingi investor, mulai dari perhitungan Break Even Point (BEP) hingga estimasi lama pembangunan,” ujar Wali Kota Eri.

Ia menjelaskan, penggunaan AI juga mempermudah pemohon, dalam melacak berkas perizinan langsung melalui ponsel pintar. Wali Kota Eri menegaskan, bahwa kemudahan ini dibangun untuk memberikan kepastian hukum dan transparansi, bagi pelaku usaha yang ingin atau akan berinvestasi, di Kota Surabaya.

“Ketika ada kepastian dan tidak ada biaya di luar ketentuan, trust atau kepercayaan investor, akan terbangun. Hasilnya, investasi bergerak dan perekonomian Surabaya ikut tumbuh,” ujarnya.

Baca juga  Pekan QRIS Nasional 2026, Pemkot Hadirkan Tarif Parkir Rp810

Terkait target investasi, Wali Kota Eri menyebutkan bahwa tahun ini, Pemkot Surabaya menargetkan realisasi investasi sebesar Rp43 triliun. Angka ini terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, yang berada di kisaran Rp35 triliun hingga Rp36 triliun. “Tentunya inovasi-inovasi yang kami lalukan akan menunjang target investasi, yang ditetapkan tahun ini,” imbuhnya.

Kendati demikian, Wali Kota Eri menegaskan bahwa penghargaan ALI, bukanlah tujuan utama dari inovasi atau kebijakan, yang sudah dijalankan.”Penghargaan itu bonus. Sasaran utama kami adalah investasi bergerak, kemiskinan dan stunting berkurang, serta masyarakat sejahtera,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama Pelaksanaan Berusaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Hasyim Daeng Barang, menjelaskan bahwa kedatangan timnya bertujuan, untuk melakukan uji petik atas pemaparan yang telah disampaikan Wali Kota, Eri Cahyadi sebelumnya.

Baca juga  Pemkot Surabaya Ajak Warga Jaga Akses Jalan

“Kami hadir bersama Wakil Ketua Kadin untuk mengecek, apakah fasilitas dan pelayanan yang dipaparkan sudah sesuai, dengan data di lapangan. Penilaian berfokus pada dua aspek utama, yaitu kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB),” jelas Hasyim.

Rangkaian penilaian ini melingkupi wawancara langsung dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dinas teknis perizinan, hingga puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari perhotelan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan UMKM di Surabaya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *