Pemkot Gandeng Western Sydney University, Mahasiswa Australia Dampingi Warga

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memperkuat kerja sama internasional dengan Western Sydney University (WSU), melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), tentang pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi di Ruang Kerja Wali Kota Surabaya, Kamis (20/8).

Western Sydney University merupakan perguruan tinggi, yang berbasis di wilayah Sydney Barat, New South Wales, Australia. Di Surabaya, WSU Indonesia berlokasi di Pakuwon Tower dan kini memperluas kolaborasi, dengan Pemkot Surabaya dalam berbagai bidang pembangunan kota.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, WSU akan terlibat dalam sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, mulai dari pendampingan UMKM, hingga pengembangan sistem transportasi dan lalu lintas. Kerja sama ini tidak berhenti pada hubungan akademik, tetapi diarahkan untuk menghadirkan kontribusi langsung perguruan tinggi, dalam pembangunan kota.

“Western Sydney ini menjadi contoh bagaimana kampus, bisa menjadi bagian untuk memajukan ekonomi, memberikan pendampingan kepada masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan dan banyak hal lainnya,” kata Wali Kota Eri.

Menurut Wali Kota Eri, kerja sama tersebut menjadi istimewa, karena WSU merupakan kampus luar negeri yang beroperasi di Surabaya, sekaligus akan terlibat langsung dalam program pemerintah kota, di tengah masyarakat.

Baca juga  Disdukcapil Surabaya Siapkan Sistem Informasi Pelaporan Data Penghuni Kos

“Ini kampus luar negeri pertama yang langsung ikut turun ke masyarakat. Selama ini kampus yang terlibat adalah kampus lokal. Sekarang ada kampus luar negeri yang ada di Kota Surabaya dan ikut turun mendampingi masyarakat. Ini membanggakan bagi Kota Surabaya,” ujarnya.

Sejumlah bidang menjadi fokus kolaborasi kedua pihak, meliputi riset dan inovasi, pengembangan sistem transportasi, melalui Surabaya Intelligent Transport System (SITS), pendidikan inklusif, pendampingan UMKM, serta penguatan tata kelola perkotaan.
L
Khusus di bidang transportasi, kerja sama ini memiliki potensi strategis, karena Sydney dikenal sebagai kota asal pengembangan Sydney Coordinated Adaptive Traffic System (SCATS), sistem manajemen lalu lintas adaptif yang telah diterapkan di berbagai kota dunia.

Wali Kota Eri Cahyadi juga membuka peluang pengembangan program pendidikan nonformal, melalui kursus singkat bersama WSU. Menurutnya, program tersebut telah dibahas dalam pertemuan dan memungkinkan, untuk segera direalisasikan.

“Dari pembicaraan tadi saya juga ingin meningkatkan kemampuan teman-teman di Surabaya, melalui kursus singkat. Alhamdulillah, disampaikan bahwa hal itu memungkinkan. Jadi, kerja sama ini bisa kita lakukan lebih jauh lagi,” katanya.

Implementasi kerja sama juga akan menyentuh wilayah Kecamatan Pakal. Berdasarkan pemetaan kampus pendamping Kampung Pancasila oleh BRIDA, WSU Indonesia mengampu Kecamatan Pakal. Kampus tersebut juga menjadi pendamping Sentra Wisata Kuliner (SWK) Babat Jerawat, melalui pemetaan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya.

Baca juga  Perwali Perda 4/2026 Terbit Tahun Ini, Aturan Rumah Kos Diperjelas

Wali Kota Eri mengatakan, dalam waktu dekat mahasiswa WSU, juga akan terlibat langsung dalam kegiatan Pemkot Surabaya, untuk mendampingi masyarakat. Kehadiran mahasiswa tersebut diharapkan menjadi jembatan, yang semakin mempererat hubungan Surabaya dengan Australia.

“Mahasiswa nanti akan langsung turun mengikuti kegiatan Pemerintah Kota Surabaya, selama beberapa hari. Mereka akan mengikuti berbagai kegiatan pendampingan masyarakat, termasuk UMKM, lalu lintas, dan program lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Provost Western Sydney University, Debora Sweeney, mengatakan WSU merasa terhormat dapat memperkuat kemitraan dengan Pemkot Surabaya. Menurutnya, Surabaya telah menjadi rumah bagi WSU di Indonesia, sejak kampus tersebut hadir.

“Kami sangat beruntung dapat menandatangani MoU dengan Wali Kota dan Pemerintah Kota Surabaya. Western Sydney University telah berada di sini. Surabaya adalah rumah kami di Indonesia,” kata Debora.

Ia menegaskan, WSU ingin menjadikan kerja sama tersebut, sebagai kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu fokus yang akan dikembangkan, adalah pendampingan UMKM, khususnya dalam membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usahanya.

Baca juga  Lomba Kampung Pancasila Siap Digelar September 2026

“Surabaya, seperti wilayah kami di Sydney, memiliki banyak usaha kecil dan menengah. Kami ingin bermitra dengan pemerintah daerah untuk mendukung UMKM, membantu pertumbuhan mereka dan mendukung kebutuhan mereka, untuk berkembang ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Debora menambahkan, penandatanganan MoU menjadi awal dari proses implementasi program bersama. WSU dan Pemkot Surabaya, selanjutnya akan menyusun berbagai bentuk kolaborasi yang diharapkan, dapat segera menghasilkan program konkret.

“MoU ini sudah dimulai karena kami telah menandatanganinya. Sekarang kami melakukan perencanaan dan dalam waktu dekat, akan terlihat hasil dari kolaborasi yang lebih erat ini,” katanya.

Ia berharap kemitraan tersebut dapat terus berkembang dan menjadikan WSU, bagian dari masyarakat Surabaya, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan kota.

“Harapan saya adalah hubungan dan kemitraan ini terus berlanjut, sehingga kami benar-benar menjadi bagian, dari komunitas dan dapat berkontribusi pada hal-hal penting, bagi pertumbuhan serta keberlanjutan Surabaya,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *