Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menguji coba alat pendeteksi gempa dan prototipe bangunan tahan gempa di Ponorogo. Uji coba ini dilakukan sebagai respons terhadap tingginya risiko bencana di Indonesia, termasuk gempa yang baru terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wakil Kepala Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS Dr. Ir. Berlian Al Kindhi, SST., MT. menjelaskan, inovasi ini merupakan hasil kolaborasi Departemen Teknik Elektro Otomasi dan Departemen Teknik Sipil ITS bersama mitra Rabasa Beton, Ponorogo.
Alat pendeteksi gempa dikembangkan berbasis mikrokontroler untuk mendeteksi getaran tanah secara real-time. Jika getaran melebihi ambang batas, sistem otomatis mengirim notifikasi dan mengaktifkan alarm. Data geolokasi dan histori juga ditampilkan di situs pemantauan.
“Sensor ini berbiaya rendah sehingga dapat dikembangkan dan diaplikasikan di berbagai rumah penduduk,” ujar Berlian Jumat (21/8).
Sensor tersebut juga terintegrasi dengan aplikasi pemantauan digital. Data yang diterima dapat digunakan untuk memetakan potensi bencana. Selain gempa, aplikasi ini juga dapat memantau ketinggian air untuk mitigasi banjir dan tanah longsor.
Sementara itu, dosen Departemen Teknik Sipil ITS Ahmad Basshofi Habieb, ST., MT., Ph.D. bersama tim mengembangkan prototipe rumah tahan gempa dua lantai. Bangunan dibangun di atas base isolator yang memisahkan gerakan tanah dari struktur, sehingga bangunan bergerak terkontrol saat terjadi guncangan. Dinding menggunakan hebel lebih tebal dan struktur atas tanpa rangka beton bertulang untuk efisiensi biaya.
“Prototipe ini diharapkan menjadi solusi untuk membangun rumah dan pemukiman yang lebih aman apabila saat terjadi gempa,” ujarnya.
Basshofi berharap kedua inovasi ini segera diimplementasikan ke masyarakat luas, terutama di wilayah NTT yang terdampak gempa.
“Saya berharap hasil penelitian ini dapat segera diimplementasikan agar dampak akibat gempa yang kerap terjadi di Indonesia dapat diminimalkan,” tuturnya.
ITS menyebut pengembangan prototipe bangunan tahan gempa dan sensor pendeteksi gempa ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta poin 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Bagus







