Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 8.900 hektare lahan terbakar di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan menyatakan BNPB bersama para pihak terkait terus mengerahkan personel dan berbagai sarana untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di 6 (enam) provinsi.
“Terhitung sampai tanggal sekarang yang terbakar kurang lebih ada 8.900 hektare di wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Djohan dalam konferensi pers yang digelar di kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (22/8).
Ia mengatakan kabut asap sempat muncul di Kalimantan Selatan pada 19-20 Agustus. Kondisi tersebut menjadi perhatian BNPB bersama satuan tugas udara dan darat.
“Di Kalimantan Selatan ada beberapa hotspot (titik panas) yang cukup tinggi, khususnya berada di Ring 1 yang mendekati bandara, Kota Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut,” ungkap dia.
“Dalam hal ini memang pada sekitar tanggal 19 terjadi kabut asap khususnya di pagi hari sampai tanggal 20. Ini pun juga menjadi atensi buat BNPB dengan Satgas Udara-nya maupun Satgas Udara yang kita gelar,” lanjutnya.
Meski demikian, ia menyebut kondisi di lapangan saat ini mulai membaik. Proses pemadaman dan pendinginan tetap dilakukan di lokasi yang terdampak.
Setidaknya sekitar 9.800 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Sembilan unit helikopter juga disiagakan. Bg












