Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mendeteksi 473 titik panas (hotspots) di Kalimantan Selatan, Selasa (25/8).
Titip panas tersebar di 11 kabupaten dan kota dengan sebaran terbanyak terdeteksi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tapin, dan Kabupaten Banjar.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalimantan Selatan,Utari Randiana, mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan Sistem Informasi Hotspot Kalimantan per Selasa pukul 07.00 Wita.
Dalam hasil pemantauan, terdapat dua wilayah yang tidak terdeteksi titik panas, yaitu Banjarmasin dan Balangan.
“Dari total 473 titik panas tersebut, sebanyak 425 titik memiliki tingkat kategori sedang, 32 titik kategori tinggi, dan 16 titik dengan kategori rendah. Kategori sedang menjadi yang paling dominan dengan proporsi sekitar 89,9 persen,”kata Utari.
Titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang tersebar di 11 kabupaten dan kota, yakni Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Tapin, dan Kota Banjarbaru.
Sementara itu, kategori tinggi tersebar di tujuh kabupaten dan kota, yakni Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Tapin, dan Kota Banjarbaru.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 118 titik, yang kemudian disusul Kabupaten Tapin sebanyak 102 titik dan Kabupaten Banjar sebanyak 99 titik.
Ketiga wilayah tersebut menjadi daerah dengan jumlah deteksi titik panas tertinggi berdasarkan hasil pemantauan BMKG. Bg












