Khofifah Dorong Seluruh Sekolah di Jatim Kembangkan Inovasi Pangan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh sekolah di Jatim untuk terus mengembangkan inovasi di bidang pangan.

Menurutnya, lingkungan sekolah bisa menjadi ruang strategis mengenalkan ketahanan pangan kepada generasi muda.

Hal itu disampaikan Khofifah saat meninjau hasil Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan SIKAP bersama Menteri PPPA Arifah Fauzi di SMAN 2 Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Khofifah melakukan panen sejumlah komoditas hasil budidaya siswa. Mulai dari ikan nila, sawi pakcoy, hingga sawi samhong usia 31 hari yang siap panen.

“Kami ingin program inovasi ini diimplementasikan di seluruh sekolah di Jawa Timur. Tadi kami panen ikan nila, sawi pakcoy, sawi samhong,” kata Khofifah.

Baca juga  Khofifah Serahkan Biaya Pendidikan untuk Ratusan Siswa dari Keluarga Tidak Mampu di Jombang

Ia mencontohkan budidaya yang bisa dilakukan di lahan terbatas, seperti terong dengan media polybag, jeruk, tomat, hingga sayur hidroponik.

Program SIKAP sendiri diintegrasikan ke mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan PKWU untuk siswa kelas XI SMA, SMK, dan SLB. Murid tidak hanya belajar teori, tapi langsung praktik mulai pembibitan, perawatan, panen, pengemasan, hingga pelabelan dengan brand SIKAP.

“Tidak hanya belajar menanam, anak-anak juga belajar mengemas produk hasil budidaya secara menarik dengan label SIKAP, sebagai bagian pembelajaran nilai tambah dan kewirausahaan,” ungkapnya.

Beragam hasil panen juga dipamerkan, mulai jambu, melon, pisang, belimbing, pepaya, jeruk, cabai, sawi hidroponik, terong ungu dan putih. Khofifah bersama Menteri PPPA juga menanam bibit jeruk madu di SMAN 2 Jombang.

Baca juga  Serap Aspirasi Warga, Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti Beri Solusi Terkait Drainase hingga Sampah

Khofifah menyebut ini tahun ketiga Program SIKAP. Inisiatif Dinas Pendidikan Jatim ini berbasis pemanfaatan lahan sekolah secara produktif dan berkelanjutan.

“Ketahanan pangan tidak harus lahan luas. Di setiap area sekitar institusi, rumah, bahkan sekolah sangat memungkinkan menyiapkan format ketahanan pangan,” terangnya.

Ia berharap SIKAP membentuk kemandirian, kreativitas, keterampilan, dan jiwa wirausaha siswa sejak sekolah. “Anak-anak punya pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan sebagai bekal masa depan,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *