Kemendikdasmen Kirim 50 Guru SMK Magang ke Jerman, Perkuat Pendidikan Vokasi

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas 50 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengikuti Program Magang Luar Negeri 2026 di Jerman. Pelepasan dilakukan di Jakarta.

Program ini merupakan kolaborasi Kemendikdasmen melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Mitra pelaksana yang digandeng yakni Atase Pendidikan dan Kebudayaan Jerman, Technische Universität Dresden (TU Dresden), dan FESTO Germany.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan program ini bertujuan meningkatkan kualitas guru SMK.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas para guru dengan partisipasi semesta. Ini bagian awal dan bagian penting untuk memajukan pendidikan vokasi. Saya berpesan kepada Bapak dan Ibu untuk memanfaatkan program ini sebaik mungkin. Bangun jejaring karena setiap pengalaman akan memiliki makna yang sangat penting,” ujar Abdul Mu’ti Rabu (2/9).

Baca juga  Sekolah Raudlatul Jannah Buka SPMB 2027/2028 Gelombang 1, Ada Diskon Uang Pangkal

Sebanyak 50 guru SMK yang lolos seleksi akan magang selama tiga bulan di Jerman. Rinciannya, 34 guru belajar di TU Dresden dan 16 guru di FESTO Germany. Mereka berasal dari 16 provinsi dengan kompetensi keahlian Teknologi Manufaktur dan Rekayasa, Teknologi Konstruksi dan Bangunan, serta Energi dan Pertambangan.

Program magang terdiri dari tahap fondasi, penguatan, imersi, dan kapitalisasi. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di SMK, termasuk untuk memutakhirkan kurikulum dan memperkuat implementasi teaching factory berbasis standar global.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan peningkatan kompetensi guru merupakan upaya berkelanjutan.

“Kita menyadari bahwa kualitas pendidikan vokasi sangat ditentukan oleh kualitas guru. Guru adalah hulu dari kualitas lulusan dan investasi pada kompetensi guru adalah investasi terbaik bagi masa depan vokasi,” kata Tatang.

Baca juga  Unesa Siapkan Tenaga Pendamping Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Kupang Tidore

Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan LPDP, Agam Bayu Suryantoro, menyebut program ini strategis. “Semoga Bapak dan Ibu bisa menjalani program ini sebaik mungkin dan dapat bermanfaat. Outcome-nya dapat dirasakan,” ucap Agam Bayu.

Salah satu peserta, Yenni Arta dari SMKN 1 Sumatra Barat, mengaku senang mendapat kesempatan tersebut. “Sangat senang sekali, apalagi buat kami-kami di daerah ini. Kita tahu untuk belajar ke sana sangat mahal biayanya dan kami bersyukur bisa lolos,” ujar Yenni. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *