Peziarah Ampel Resah Diganggu Anjal

Sejumlah peziarah di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel, Kota Surabaya, mengeluhkan gangguan anak jalanan (anjal) dan pengemis, yang meminta uang. Keluhan tersebut bahkan berulang kali masuk, melalui hotline Lapor Cak Eri.

Modus yang dikeluhkan beragam. Ada anjal yang berpura-pura membantu peziarah menyeberangkan jalan, hingga meminta uang dengan cara yang dinilai cukup memaksa. Sebagian bahkan disebut mengikuti peziarah sampai akhirnya mereka memberikan uang.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan telah menerima laporan tersebut. Ia memastikan jajaran Satpol PP Surabaya, sudah turun ke kawasan Ampel untuk melakukan penertiban.

“Ada laporan di hotline terkait anak jalanan (anjal) di kawasan (Makam Sunan) Ampel. Mereka mengganggu dan membuat peziarah tidak nyaman,” kata Wali Kota Eri, Rabu (2/9).

Baca juga  Harganas Ke-33 Surabaya Wali Kota Tegaskan Pentingnya Figur Ayah

Menurut dia, pengawasan di kawasan Ampel sebenarnya, dilakukan setiap hari. Namun, keberadaan anjal yang tidak menetap menjadi tantangan tersendiri, bagi petugas di lapangan.

“Teman-teman dari Satpol PP Surabaya sudah turun ke lokasi. Sebenarnya, pengawasan di sekitar kawasan tersebut dilakukan setiap hari. Hanya saja, keberadaan anak jalanan terkadang ada dan terkadang tidak ada,” ujarnya.

Ia mengatakan penertiban terhadap anjal dan pengamen di kawasan Ampel, juga telah berulang kali dilakukan. Namun, mereka kerap kembali setelah petugas meninggalkan lokasi.

“Saya minta maaf kepada para peziarah. Tapi ini, sudah berulang kali ditertibkan oleh teman-teman, dijaga oleh teman-teman, tetapi tetap saja seperti kucing-kucingan dan kembali lagi,” katanya.

Baca juga  Koleksi Baru KBS, Kura-Kura Aldabra Raksasa Hadir

Karena itu, Wali Kota Eri meminta pengawasan di kawasan Ampel diperketat. Ia memastikan akan berkoordinasi dengan Satpol PP, agar intensitas patroli ditambah. “Insyaa Allah saya akan berkoordinasi dengan Satpol PP. Nanti pengawasan akan diperketat lagi di kawasan Ampel,” ujarnya.

Tak hanya melakukan penertiban di lapangan, Pemkot Surabaya juga memberikan sanksi sosial, kepada sejumlah anjal dan pengamen yang ditertibkan Satpol PP.

Mereka ditempatkan di UPTD Liponsos Keputih Surabaya, selama tiga hari untuk menjalani sanksi sosial. Bentuk sanksinya antara lain membersihkan area Liponsos Keputih, hingga membantu memberi makan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Wali Kota Eri menegaskan pengetatan pengawasan tersebut, dilakukan agar kawasan wisata religi Sunan Ampel tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para peziarah. “Jadi, nanti para peziarah yang datang ke Ampel, bisa merasa nyaman dan tidak terganggu oleh anjal,” tuturnya.

Baca juga  Keterlambatan Pengaspalan Ancam Keselamatan Pengendara, Wali Kota Peringatkan Kontraktor

Ia juga berharap langkah tersebut dapat mencegah gangguan, terhadap peziarah sekaligus menjaga kenyamanan kawasan religi makam Sunan Ampel. “Semoga para peziarah tetap merasa aman dan nyaman di Ampel. Insyaa Allah pengawasan akan diperketat lagi, di kawasan Ampel,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *