Pemkot Surabaya Hadirkan Gerakan Pangan Murah di Balas Klumprik

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), terus menggalakkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk meringankan beban ekonomi warga, serta menjaga stabilitas harga bahan pokok. Kali ini, GPM digelar di Balai RW 3 Jalan Sumberan, Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Surabaya, Rabu (9/9).

Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menyampaikan bahwa program GPM dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan berbarengan, dengan pasar murah serentak di 31 kecamatan se-Kota Surabaya.

“Harapannya masyarakat bisa mendapatkan barang, dengan kualitas bagus dan harga yang terjangkau. Langkah ini juga menjadi upaya kita untuk menekan angka inflasi, secara berkelanjutan,” ujar Nanik ditemui dilokasi kegiatan.

Pada pelaksanaannya, DKPP tidak hanya menyediakan komoditas pangan utama, tetapi juga memperluas kolaborasi dengan melibatkan berbagai pihak. Mulai dari kelompok tani (Poktan), pembudidaya ikan (Podakan) wilayah Wiyung dan sekitarnya, PD Rumah Potong Hewan (RPH), UMKM lokal, hingga Kelompok Koperasi Merah Putih (KKMP).

Baca juga  Pemkot Surabaya Bantu Biaya Pendidikan 1.214 Mahasiswa

“Mulai bulan ini KKMP ikut aktif terlibat, tidak hanya di Kecamatan Wiyung, tetapi juga di kecamatan lain. Kami berusaha mengenalkan produk-produk Poktan dan UMKM lokal, agar makin dikenal luas oleh masyarakat,” tambah Nanik.

Dalam gelaran tersebut, sebanyak 17 penyedia turut berpartisipasi menghadirkan kebutuhan pokok, hingga produk olahan berharga terjangkau, antara lain KKMP Kelurahan Balas Klumprik menyediakan 400 zak beras SPHP seharga Rp58.000 per zak dan 600 liter Minyakita seharga Rp15.500 per liter.

Selain itu, PT Surya Kreasi Pangan menjual 200 kg telur ayam ras seharga Rp23.500 per kg, serta PT Kebon Agung yang menghadirkan 240 kg gula pasir seharga Rp17.000 per kg. Komoditas lain yang juga diserbu warga, di antaranya produk PT Primafood International berupa daging ayam ras seharga Rp29.000 per ekor, telur ayam ras Rp24.000 per kg, dan aneka frozen food.

Baca juga  Data Pendidikan di KK Belum Diperbarui, Pemkot Ungkap Dampaknya pada IPM

Ada pula paket sayur dari PISS yaitu, bawang merah, bawang putih kating, dan cabai rawit seharga Rp5.000 per pack, serta cabai merah besar Rp3.000 per pack, hingga telur ayam dari Padat Karya Pemberdayaan Gamis seharga Rp13.000 per pack.

“Kami juga bekerjasama dengan Poktan untuk menghadirkan buah, ikan nila, ikan patin yang segar, sebagai pilihan masyarakat dalam berbelanja, serta memenuhi sumber pangan sehat dan bergizi,” imbuhnya.

Nanik berharap, melalui ketersediaan stok pangan murah dan keterlibatan pelaku usaha lokal ini, dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, dengan harga terjangkau. “Semoga seluruh komoditas dapat terserap optimal, sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga sekitar,” harapnya.

Kehadiran pasar murah ini disambut antusias oleh warga setempat. Banyak di antaranya yang memanfaatkan momen ini, untuk memborong berbagai kebutuhan pokok sebagai stok harian hingga satu bulan ke depan.

Baca juga  Wali Kota Surabaya Bongkar Dugaan Pungli Rekrutmen Pegawai Pemkot

Salah satu warga Gempol, Kelurahan Balas Klumprik, Sulis Hidayati, mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM. Ia membeli berbagai kebutuhan seperti beras, minyak goreng, telur, buah, hingga nugget.”Alhamdulillah cukup membantu untuk pengeluaran rumah tangga. Minyak goreng di sini harganya Rp15.500 per liter, selisih jauh kalau beli di luar yang biasanya di atas Rp20.000 per liter,” ungkap Sulis.

Sulis menceritakan bahwa pada penyelenggaraan sebelumnya, ia sempat kehabisan barang karena datang terlalu siang. Hari ini, Sulis sengaja datang lebih awal, agar bisa mendapatkan kebutuhan pokok secara lengkap.”Senang sekali, sebagai ibu rumah tangga pasti cari harga yang lebih miring untuk menghemat kebutuhan sehari-hari. Harapannya kegiatan seperti ini sering diadakan ke depannya,” tuturnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *