Menteri PPPA: Pendidikan Kunci Putus Rantai Kemiskinan Perempuan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong penguatan akses pendidikan bagi perempuan sebagai cara memutus rantai kemiskinan dan perkawinan anak.

“Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk memutus rantai kemiskinan,” kata Arifah saat lokakarya di Surabaya, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, keterbatasan akses pendidikan perempuan berkaitan langsung dengan meningkatnya risiko kemiskinan dan perkawinan anak.

“Ketika perempuan memperoleh kesempatan belajar dan berkembang, maka akan banyak pilihan meningkatkan kualitas hidup keluarga dan berkontribusi dalam pembangunan,” ujarnya.

Arifah menilai perguruan tinggi punya peran strategis memperkuat kesetaraan gender melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kampus juga bisa menghasilkan pengetahuan dan inovasi untuk menjawab persoalan pembangunan.

Baca juga  Bulog Gandeng PT Padi Indonesia Maju Perkuat Beras Premium

Ia mencontohkan Universitas Airlangga yang memiliki 11 dari 16 dekan perempuan. “Kondisi ini menjadi modal untuk memperluas kesempatan perempuan dalam pendidikan. Sekaligus mendorong lebih banyak perempuan mengambil peran dalam kepemimpinan,” ujarnya.

Arifah menegaskan pencapaian SDGs butuh kolaborasi. Termasuk untuk mendorong kesetaraan gender, pendidikan berkualitas, dan pengentasan kemiskinan. Ia juga menekankan pentingnya Pengarusutamaan Gender sejak perencanaan hingga evaluasi.

“Tidak ada satu pun instansi yang dapat menyelesaikan persoalan pembangunan yang kompleks secara mandiri. Sehingga diperlukan kolaborasi pemangku kepentingan. Di antaranya, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan media perlu mengambil peran masing-masing,” ucapnya.

KemenPPPA menerapkan pendekatan pentahelix lewat Ruang Bersama Indonesia RBI sebagai wadah kolaborasi untuk menangani persoalan perempuan dan anak, termasuk kekerasan. “Perguruan tinggi dapat memperkuat kebijakan pemerintah melalui riset dan data untuk memetakan persoalan serta menentukan intervensi,” kata Arifah.

Baca juga  Menteri PPPA: Pemberdayaan Perempuan Kunci Memutus Rantai Kemiskinan

Dekan FISIP Unair M. Muttaqien menambahkan, tingginya partisipasi perempuan di Unair memperkuat kesetaraan gender. “Sebagian besar mahasiswa Universitas Airlangga merupakan perempuan. Kami terus membuka kesempatan setara bagi perempuan untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan kapasitas, dan mengambil peran dalam berbagai bidang,” kata Muttaqien. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *