Ikhtiar Batin, Gubernur Khofifah Serukan Dewan Masjid Salat Istisqa’

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan dewan masjid di Jatim melakukan salat Istisqa’ atau salat minta hujan.

Ini sebagai ikhtiar batin menghadapi kemarau panjang di Jatim.

Khofifah mengatakan, kemarau panjang yang terjadi tahun 2026 telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG. Pemerintah pun telah melakukan berbagai langkah antisipasi dan penanganan untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.

Salah satu yang dilakukan Pemprov Jatim yakni operasi modifikasi cuaca OMC yang telah dilakukan sejak 3 September 2026. Ketika BMKG mendeteksi keberadaan awan yang berpotensi untuk dilakukan penyemaian, operasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penaburan bahan semai berupa garam untuk mendorong terbentuknya hujan.

Baca juga  Emil Dardak Tegaskan Tak Boleh Ada Dua Kepala Dapur di SPPG

“Memang kemarau panjang ini sudah diprediksi dan BMKG sudah mengingatkan berkali-kali. Tetapi ikhtiar kita sudah maksimal. Saya menyebut maksimal karena sejak tanggal 3 September lalu kita sudah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Khofifah dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2026).

“Ketika BMKG menyampaikan ada awan yang bergerak, itu langsung kita ikuti, langsung ditebar garam. Dan sudah menjadi hujan ringan sampai sedang,” imbuhnya.

Namun, luasnya wilayah terdampak membuat penanganan kekeringan membutuhkan intervensi secara simultan. Dari 24 kabupaten/kota yang menghadapi dampak kekeringan, pemerintah juga melakukan pengeboran di sejumlah titik untuk menemukan sumber air baru.

“Area yang terdampak ini kan luas, 24 kabupaten/kota. Dari 24 daerah ini, antisipasi mengebor sumur sudah dilakukan. Ada yang sukses dan ada yang belum sukses,” jelas Khofifah.

Baca juga  Gubernur Khofifah Fokus Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Jatim

Di saat yang sama, distribusi air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. Khofifah menegaskan, berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus bergerak untuk merespons dampak kemarau panjang.

“Jadi ikhtiar itu, betapa ingin saya sampaikan, kita sudah melakukan bersama-sama. Semua sudah kita lakukan,” tegasnya.

Setelah berbagai ikhtiar lahir dilakukan, Khofifah mengajak pemerintah dan masyarakat memperkuatnya dengan ikhtiar batin melalui Salat Istisqa’ dan doa bersama. Terkhusus kepada Dewan Masjid Jawa Timur, Gubernur Khofifah mengajak untuk melaksanakan salat istisqa’ selesai Salat Jumat dimulai minggu depan.

Ia menyebut, Salat Istisqa’ bukan pengganti berbagai langkah teknis penanganan kekeringan, melainkan bentuk munajat bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT atas keterbatasan manusia dalam menghadapi kondisi alam.

Baca juga  Khofifah Takziah ke Keluarga Korban KM Virgo, Beri Akses Pendidikan untuk Cucu Korban

“Kita harus membangun keberseiringan antara ikhtiar kita untuk munajat kepada Allah agar menurunkan hujan yang membawa rahmat, manfaat, barokah. Insyaallah segala macam cara sudah kita lakukan, ya kita munajat kepada Allah SWT,” katanya.

Selain itu, Khofifah mengatakan air merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat. Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan kebutuhan air rumah tangga, tetapi juga dapat memengaruhi sektor pertanian, peternakan, lingkungan, serta aktivitas ekonomi masyarakat. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *