Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya, menegaskan komitmennya menjaga kebersamaan, keamanan, dan kerukunan masyarakat, di tengah dinamika penataan kota, serta berbagai persoalan sosial yang muncul.
Ketua FPK Surabaya, Hoslih Abdullah atau Cak Dullah mengatakan, Surabaya merupakan rumah bersama bagi seluruh warga, tanpa membedakan latar belakang suku, maupun kelompok.
“Kami ingin tegaskan bahwa Surabaya kota kita ini memberi penghormatan kepada semua,” kata Hoslih, Selasa (22/9).
Menurut dia, seluruh warga memiliki hak yang sama, untuk mendapatkan penghormatan dan hidup berdampingan dalam suasana aman, damai, guyub, serta saling menghormati.
Cak Dullah juga menyampaikan apresiasi, terhadap langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam melakukan, berbagai upaya penataan kota. Menurutnya, setiap kebijakan penataan dapat memberikan dampak, kepada sebagian masyarakat sehingga perlu dipahami secara utuh.
“Kami apresiasi Wali Kota dalam upayanya menata kota. Memang akan ada yang terdampak, tetapi mari kita pahami niat Wali Kota, adalah baik karena ini untuk kemaslahatan warga Surabaya,” katanya.
FPK mendukung berbagai langkah perbaikan kota, termasuk penataan parkir, pengembangan UMKM, serta upaya meningkatkan keteraturan lingkungan. Namun, FPK mendorong setiap persoalan yang berdampak, kepada masyarakat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog.
Pendekatan tersebut dinilai penting, agar perbedaan kepentingan dapat dikelola secara konstruktif dan tidak berkembang, menjadi konflik sosial. Selain itu, FPK juga mengingatkan bahwa persoalan keamanan perlu ditangani, secara bersama tanpa menimbulkan prasangka, maupun stigma terhadap kelompok tertentu.
FPK pun mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat juga diharapkan tidak mudah menerima narasi, yang mempertentangkan satu kelompok, dengan kelompok lainnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, mengapresiasi langkah FPK dalam menjaga kebersamaan dan pembauran masyarakat. Ia juga mendorong agar kegiatan dan pesan positif FPK, dipublikasikan lebih luas melalui media sosial. “Apa yang dilakukan oleh FPK juga perlu dipublikasikan melalui media sosial,” ujar Tundjung. (yunus)






