Bulog Jatim terus memasifkan penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung sebanyak 133.867 ton.
Dari jumlah itu, SPHP yang sudah disalurkan ke Peternak sebanyak 100.699 ton atau 75.22 persen.
Hal ini dikatakan Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, Kamis (8/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa Pagu Penyaluran SPHP Jagung Jawa Timur sebanyak 133.867 ton dan sudah disalurkan ke Peternak sebanyak 100.699 ton atau 75.22 persen.
Sementara Stok Jagung Jawa Timur saat ini sebanyak 6.437 ton dan dalam pengiriman dari Sulsel, Sultra, Sulutgo dan NTB ke jawa timur dengan total 35.804 ton
“Jadi kami sampaikan bahwa peternak tidak perlu khawatir karena ssecara stok jagung yang dikelola Bulog Jawa Timur sangat memadai untuk memenuhi sisa kebutuhan penyaluran SPHP Jagung,” ujarnya.
“Fokus kami saat ini adalah mempercepat pergerakan stok dan penyaluran kepada para peternak yang membutuhkan, sehingga tidak ada kendala distribusi yang menghambat peternak memperoleh jagung,” imbuh Langgeng Wisnu.
Selain memasifkan penyaluran SPHP, Buloh terus menjalankan penugasan pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang bersumber dari produksi petani dalam negeri.
Pada tahun 2026, pemerintah menetapkan target pengadaan sebesar 1 juta ton, dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram untuk kadar air 18-20% di tingkat petani dan Rp6.400 per kilogram untuk kadari air maksimal 14% dan standar kualitas yang dipersyaratkan di gudang Bulog.
Penyerapan terus dioptimalkan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan jaringan pengadaan di daerah sebagai bentuk dukungan terhadap kepastian pasar bagi petani serta penguatan cadangan jagung nasional.
Melalui penguatan pengadaan jagung dalam negeri, pengelolaan stok pemerintah, serta percepatan penyaluran SPHP dengan harga Rp. 5.000 per kilogram, Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan kepentingan petani dan peternak khususnya menghadapi momen akhir tahun nanti yaitu Natal dan Tahun Baru.
Sinergi dari hulu hingga hilir ini menjadi bagian dari kontribusi nyata BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, memperkuat keberlanjutan sektor peternakan, serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Sementara itu di tingkat nasional, Perum Bulog terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung nasional melalui pelaksanaan penugasan pemerintah, baik dalam penyerapan jagung produksi petani dalam negeri maupun penyaluran jagung melalui program SPHP).
Melalui program tersebut, Bulog menyalurkan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram guna mendukung ketersediaan bahan baku pakan yang terjangkau bagi peternak sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan nasional.
Pelaksanaan program SPHP jagung tahun 2026 terus menunjukkan perkembangan positif.
Berdasarkan data per 7 Oktober 2026, dari total alokasi sekitar 241.972 ton, realisasi penyaluran telah mencapai 185.699 ton atau sekitar 76,7 persen. Capaian ini mencerminkan komitmen Bulog dalam mempercepat distribusi jagung agar manfaat program semakin luas dirasakan oleh peternak di berbagai daerah.
Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa percepatan penyaluran SPHP jagung merupakan bagian dari langkah konkret Bulog dalam memastikan peternak mendapatkan akses bahan baku pakan dengan harga yang terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pasokan jagung nasional.
“Bulog berkomitmen penuh memastikan jagung tersedia dan dapat diakses oleh para peternak, Kami terus mengoptimalkan seluruh jaringan distribusi dan mempercepat penyaluran di berbagai wilayah agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh peternak,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
“Bagi kami, menjaga stabilitas jagung bukan hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha peternak sebagai bagian penting dari ketahanan pangan nasional,” imbuhnya.
Hingga saat ini, program SPHP jagung telah menjangkau 151 koperasi dan asosiasi peternak dengan total 7.553 peternak yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Penyaluran dilaksanakan melalui koperasi dan asosiasi peternak sebagai mitra distribusi.
Melalui mekanisme tersebut, Bulog berupaya memastikan distribusi jagung berlangsung tepat sasaran dan mendukung kebutuhan peternak secara berkelanjutan.
Bulog memastikan ketersediaan stok jagung pemerintah secara nasional dalam kondisi mencukupi.
“Berdasarkan posisi per 7 Oktober 2026, total persediaan jagung pemerintah mencapai 98.442 ton. Kondisi ini menjadi modal penting bagi BULOG untuk menuntaskan penyaluran sesuai alokasi yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (Ym)






