BPKH Dorong Gen Z Persiapkan Haji Sejak Dini, Edukasi Medsos Digencarkan

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan Program Dai Sejuta Mimbar untuk mendorong generasi muda menyiapkan ibadah haji sejak dini sekaligus memperluas dakwah digital berbasis pengetahuan yang kredibel.

Program yang diluncurkan di Auditorium Gedung B.J. Habibie, BRIN, Jakarta, Jumat (16/10/2026), menggandeng Yayasan Harika untuk Kemanusiaan. Kolaborasi ini memadukan literasi haji dan keuangan melalui Program Haji Muda dengan pengembangan konten dakwah digital yang kreatif dan bertanggung jawab.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, menegaskan persiapan haji perlu dimulai sejak usia muda, mencakup kesiapan spiritual, pemahaman ibadah, dan perencanaan finansial.

Baca juga  Tahun 2027, Baznas Target Pengumpulan Zakat Nasional Capai Rp70 Triliun

“Persiapan ibadah haji perlu dimulai sejak usia muda. Haji bukan hanya tentang keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga tentang membangun komitmen jangka panjang melalui perencanaan keuangan yang disiplin,” ujar Harry.

Menurutnya generasi muda perlu mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi spiritual maupun finansial, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Melalui Program Haji Muda, BPKH mendorong kebiasaan menabung, pengelolaan keuangan, dan pemahaman informasi haji yang tepat.

Sementara itu, Dai Sejuta Mimbar membuka ruang bagi anak muda untuk menyampaikan nilai-nilai Islam melalui konten yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Strategi ini menyasar dua kebutuhan generasi muda sekaligus, yakni merencanakan biaya perjalanan ibadah ke Tanah Suci dan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan keislaman.

Baca juga  18 Kebakaran di Sekitar Jalur KA, Daop 8 Imbau Warga Tak Bakar Sampah

Tantangannya, dakwah digital tidak cukup mengejar jumlah penonton, tetapi juga harus menghasilkan pemahaman dan manfaat nyata.

Kepala BRIN, Arif Satria, menilai media sosial, video pendek, dan podcast membuka peluang dakwah menjangkau audiens lebih luas. Namun, kreativitas harus berjalan seiring dengan kualitas pengetahuan dan kredibilitas informasi.

“Dakwah di era digital tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas dan jangkauan yang luas, tetapi juga harus didukung oleh substansi pengetahuan yang kuat dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Arif.

Melalui Program Dai Sejuta Mimbar, dia berharap generasi muda dapat didorong untuk memanfaatkan teknologi dalam menyebarkan pesan kebaikan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat.

“Keberhasilan dakwah digital perlu dilihat dari manfaat dan dampak nyata yang dihasilkan,” tegas Arif. (Ym)

Baca juga  Menhaj Ingatkan Kondisi Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Mulai Rajin Olahraga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *