Resmikan Mentari Mart ke-8 dan Pembangunan Kampus UM Jambi, Ini Harapan PP Muhammadiyah

Muhammadiyah melalui Majelis Ekonomi dan Bisnis (MEB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meresmikan gerai Mentari Mart kedelapan yang berlokasi di kawasan Universitas Muhammadiyah Jambi (UM Jambi), Sabtu (17/10/2026).

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula peletakan batu pertama pembangunan Kampus II UM Jambi.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy berharap pengembangan Mentari Mart di Provinsi Jambi dapat terus diperluas. Ia menargetkan jaringan ritel Muhammadiyah tersebut dapat berkembang hingga mencapai 50 gerai yang tersebar di berbagai daerah di Jambi.

Menurut Muhadjir, perluasan jaringan Mentari Mart tidak sekadar menambah jumlah toko, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang menghubungkan distribusi logistik, pemasaran produk, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penciptaan lapangan kerja.

Baca juga  MUI Ajak Masyarakat Beli Produk yang Berlabel Halal

“Ada pepatah Arab yang saya senangi. Apa yang terjadi hari ini adalah impian kemarin. Tugas kita hari ini adalah membangun impian hari esok,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (17/10/2026).

Ia menegaskan, perjalanan panjang Muhammadiyah menunjukkan bahwa cita-cita besar dapat diwujudkan melalui kerja berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan Muhammadiyah saat ini merupakan buah dari impian dan perjuangan para pendiri, termasuk KH Ahmad Dahlan.

“Tidak ada mimpi yang tidak jadi kenyataan di Muhammadiyah. Ini dulu mimpinya Kiai Dahlan, sekarang Muhammadiyah dapat seperti ini. Maka, tugas kita sekarang adalah membangun impian bagaimana Muhammadiyah untuk hari esok,” tuturnya.

Selain memperluas jaringan gerai, Muhadjir menekankan pentingnya tata kelola usaha yang inklusif dengan melibatkan berbagai unsur Persyarikatan, termasuk ‘Aisyiyah. Keterlibatan seluruh elemen organisasi dinilai menjadi salah satu kekuatan untuk mendukung pengembangan dan keberlanjutan usaha Muhammadiyah.

Baca juga  Apel Akbar Peringatan Hari Santri 2026 Digelar di Ponpes Tebuireng Jombang

Ia mengibaratkan perjalanan Muhammadiyah seperti pelari maraton yang mengutamakan daya tahan dan konsistensi, bukan sekadar kecepatan.

“Muhammadiyah itu ibarat pelari, bukan sprinter, tetapi maraton. Memang larinya tidak cepat, tetapi bisa ratusan tahun bertahan karena Muhammadiyah sudah punya pengalaman bagaimana mengatur pernapasan. Mengetahui kapan mempercepat lari dan kapan harus memperlambat jalan sambil mengatur napas, kemudian nanti lari lagi,” jelasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *