Universitas Airlangga (UNAIR) resmi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 sekaligus Anugerah Diktisaintek.
Pengumuman tersebut disampaikan Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan, dalam Konferensi Pers dan Media Gathering KPPTI 2026 di Hotel Morazen Surabaya, Kamis (5/11).
Anugerah Dikti yang biasanya diselenggarakan di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), tahun ini didelegasikan kepada UNAIR.
Rektor UNAIR menyampaikan apresiasi atas amanat yang diberikan pemerintah pusat kepada institusi yang dipimpinnya.
KPPTI 2026 mengusung tema “Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Keberdampakan: Elaborasi Teknologi, Kearifan Lokal yang Inklusif dan Humanis”.
“Forum berskala nasional ini dirancang sebagai wadah konsolidasi strategis untuk mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia agar lebih adaptif, kolaboratif, serta memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian masalah di masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian acara yang akan berlangsung di Kampus MERR-C UNAIR ini akan diisi lebih dari 30 pembicara dan 9 keynote speaker yang akan membedah strategi ekonomi nasional serta transformasi pendidikan. Selain sesi plenary, forum ini juga memfasilitasi pertukaran gagasan antarkampus melalui sesi diskusi tematik dan paralel.
KPPTI 2026 diperkirakan dihadiri lebih dari 1.600 peserta dari berbagai elemen, mulai dari pimpinan perguruan tinggi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), pengamat pendidikan, asosiasi profesi, hingga perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
“Selain seminar, panitia juga menyediakan pameran inovasi yang diisi 107 stan edukasi dan kemitraan dari kementerian, kampus, serta mitra korporasi,” sambungnya.
Kepercayaan Kemdiktisaintek kepada UNAIR tidak lepas dari performa universitas di kancah internasional. Saat ini, UNAIR menempati peringkat ke-15 dunia sekaligus peringkat ke-2 nasional dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings.
Penilaian tersebut mengukur kontribusi dan aksi nyata institusi dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk pengentasan kemiskinan, penyediaan akses air bersih dan sanitasi, serta kelestarian lingkungan. Bagus








