Aplikasi Berburu Koin Diubah jadi Misi Jagat, untuk Perbaikan Ruang Publik

Co-Founder Jagat, Barry Beagen, meminta maaf saat bertemu dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) pada Kamis (16/1) atas kontroversi berburu ‘Koin Jagat’ yang ada di aplikasi perusahaannya. Dia juga meminta maaf atas pihak-pihak yang dirugikan karena fitur tersebut dan mengatakan bakal mengubah format berburu koin menjadi ‘Misi Jagat’.

“Berdasarkan diskusi yang konstruktif dengan Komdigi, kami akan mengubah format Coin Hunt menjadi ‘Misi Jagat’ untuk mendorong pengguna berkontribusi positif bagi ruang publik dan fasilitas umum,” kata Barry di keterangan resmi Komdigi, Kamis (16/1).

“Dengan lebih dari 1 juta pengguna aktif di Indonesia dan 200 ribu pengguna baru setiap harinya, kami percaya ‘Misi Jagat’ akan meningkatkan kualitas ruang publik khususnya melalui partisipasi aktif generasi muda,” ucap dia lagi.

Baca juga  Hingga Akhir Tahun, Stok Beras Nasional Aman 4,5 Juta Ton

Perubahan menjadi Misi Jagat dia sebut akan dilakukan dalam tiga hari. Dia juga memastikan koin-koin yang berada di daerah rawan akan dihapus dari aplikasi serta membuat kanal resmi pemerintah dan masyarakat umum untuk memonitor dan melaporkan bila ada kerusakan fasilitas publik karena aktivitas aplikasi mereka.

“Melalui Misi Jagat, kami juga akan mendorong para pengguna untuk melakukan perbaikan ruang publik terlebih dahulu dan selama periode ini tidak akan ada koin yang bisa diburu dalam aplikasi Jagat,” ujarnya.

Koin Jagat memiliki 30 juta pelanggan di dunia, mayoritas berasal dari luar Indonesia seperti di Jepang, Taiwan, Vietnam dan Spanyol. Aplikasi ini pertama kali meluncur di Indonesia pada November 2022. (Bg)

Baca juga  Hingga Akhir Tahun, Stok Beras Nasional Aman 4,5 Juta Ton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *