Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menjadi sentra perajin pahat batu. Karya seni pahat batu di wilayah tersebut masih yang terbaik dan memiliki pasar yang luas di tanah air hingga ekspor ke mancanegara. Pahat batu dari Mojokerto dikenal dengan kualitasnya yang bagus dan estetika seni yang tinggi.
Kepala Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto Wawan Ariyanto mengatakan, jumlah perajin pahat batu di wilayahnya mencapai ratusan orang. Para perajin itu ada yang tergabung dalam kelompok perajin pahat batu maupun cor. Setidaknya ada tiga kelompok perajin pahat batu yang jika ditotal mampu menyerap 150 tenaga kerja warga lokal.
“Ini menjadi sentra perajin pahat batu, sudah turun-temurun. Kalau kualitasnya dari dulu tamu-tamu (calon pembeli) itu sudah membuktikan bahwa batu dari Trowulan ini lebih bagus dari daerah lain, karena ini batu gunung dan batu kali,” terangnya, Rabu (28/5/2025).
Selain melayani pengiriman pembeli dari seluruh indonesia, produk pahat batu di Desa Watesumpak ini juga sering diekspor ke sejumlah negara, seperti Cina, Korea, Jepang dan sejumlah negara lainnya.
“Kirim pesanan juga, kalau tamu yang dari luar itu banyak, ada dari China, Jepang, Korea, India dan berbagai negara lain. Langsung turun melihat ke lokasi,” kata wawan yang juga seorang pemahat batu.
Produk pahat batu di Watesumpak ini memang memiliki kualitas terbaik. Patung-patung karya seni itu antara lain Patung Budha, Ganesha, Siwa, Dewi Sri, Patung Sapi hingga produk lain seperti bak mandi dan sebagainya.
Salah satu perajin pahat batu di Dusun Jatisumber, Iswanto mengatakan dirinya sudah 17 tahun berkecimpung menjadi pemahat batu. Ia dan 4 perajin lainnya yang tergabung dalam kelompok Natural Stone dalam sebulan mampu menyelesaikan 3-4 patung.
Harganya pun bervariatif tergantung ukuran dan motif pengerjaan. Misalnya patung sapi Nandi yang berukuran 1 meter dijual dengan harga Rp 5 juta-Rp 6 juta. Harga tersebut belum termasuk pengiriman. Karya patung lainnya yang ada di tempat ini antara lain patung maha dewa, dewi Sri, Ganesha, dan sapi nandi.
“Yang banyak disukai itu seperti patung sapi Nandi, kepala dewi, pengiriman paling tidak ke Bali sampai Korea,” katanya.
Nasih kata Iswanto, calon pembeli juga bisa memesan patung sesuai motif yang diinginkan. Ia menjamin kualitas pahat batu yang dihasilkan. Iswanto juga berharap terus ada dukungan dari pemerintah daerah kepada para perajin pahat batu.
“Pernah ada penyuluhan , yang diharapkan perajin paling tidak dukungan, atau bantuan alat, seperti mesin gerinda atau lainnya, kalau bisa ditinjau seperti itu,” pungkasnya. (ym)






