Bursa Umrah Ramadan Majalah Nurani Resmi Dibuka Kementerian Haji

Bursa Umrah Ramadan yang diselenggarakan oleh Majalah Nurani.com resmi dibuka pada Rabu (7/1) di Atrium Royal Plaza Surabaya. Kegiatan ini menjadi pameran haji dan umrah perdana yang digelar Majalah Nurani pada tahun 2026, serta mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan pelaku industri perjalanan ibadah.

Direktur Utama Majalah Nurani, Drs. H. Nur Cahya Hadi, mengatakan bahwa penyelenggaraan Bursa Umrah Ramadan merupakan bagian dari syiar Islam yang diharapkan membawa keberkahan dan meraih rida Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Ini adalah bentuk syiar Islam. Dari syiar ini kita berharap mendapatkan rida dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya saat membuka acara.

Ia menjelaskan, Bursa Umrah Ramadan tahun ini merupakan pelaksanaan perdana dan ke depan direncanakan digelar enam hingga delapan kali, baik di Royal Plaza Surabaya maupun di lokasi lain seperti Malang Town Square (Matos).

Baca juga  Polemik Petugas Haji Non Muslim, Wamenhaj Beri Penjelasan

“Kegiatan ini merupakan kebutuhan umat Islam. Masyarakat dapat dengan mudah mencari informasi haji dan umrah di satu tempat, dengan legalitas travel yang jelas,” katanya.

Dalam pameran tersebut, sebanyak 27 biro perjalanan haji dan umrah berpartisipasi dengan menawarkan berbagai paket Umrah Ramadan dan Umrah Syawal. Tingginya minat masyarakat menjelang bulan suci Ramadan membuat pameran ini mendapat respons luar biasa, baik dari pengunjung maupun pelaku travel.

“Antusiasme sangat tinggi, bahkan kami terpaksa menolak beberapa travel karena keterbatasan tempat,” tambah Nur Cahya Hadi.

Melalui kegiatan ini, Majalah Nurani berharap dapat membantu masyarakat agar tidak salah memilih biro perjalanan serta meminimalisir kasus penelantaran jemaah. Seluruh travel yang mengikuti pameran telah memiliki legalitas resmi dan tervalidasi, sehingga informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga  MUI Buka Suara Soal Kemenhaj Libatkan Non Muslim jadi Petugas Haji

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, Dr. KH. Asadul Anam, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Bursa Umrah Ramadan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait proses pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

“Forum seperti ini sangat membantu kami dalam memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat, terlebih Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia masih tergolong baru,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh peserta pameran telah melalui proses validasi izin dan legalitas, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam memilih layanan perjalanan ibadah.

KH Asadul Anam juga menyoroti perubahan pola pemasaran industri umrah yang kini semakin dipengaruhi teknologi informasi dan media sosial. Menurutnya, generasi milenial dan Gen Z memiliki peran besar dalam menentukan pilihan ibadah keluarga.

Baca juga  Kemenhaj Blokir PT Assyifa Berkah Mandiri Gegara Gagal Pulangkan 95 Jemaah Umrah

“Sering kali justru anak-anak yang menentukan pilihan paket umrah, lalu orang tua tinggal mengikuti,” jelasnya.

Selain aspek ibadah, kegiatan ini dinilai turut berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah, termasuk mendorong pertumbuhan UMKM seperti industri perlengkapan ibadah, busana muslim, dan koper.

“Inilah salah satu tujuan pemerintah, bagaimana penyelenggaraan haji dan umrah mampu menggerakkan ekonomi umat,” pungkasnya.

Di akhir acara, Majalah Nurani menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan biro perjalanan haji dan umrah atas dukungan dan kerja sama sehingga kegiatan Bursa Umrah Ramadan dapat terselenggara dengan sukses. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *