Kolaborasi APH dan Peruri, Dishub Gaspol Sosialisasi Voucher Parkir

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, menggandeng aparat penegak hukum (APH) dan PT Peruri Wira Timur (PWT), untuk memasifkan sosialisasi penerapan voucher parkir, kepada asosiasi dan para stakeholder, di Kota Pahlawan. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi, yang dikemas sekaligus sebagai ajang silaturahmi, di Aula Garuda Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Jumat (27/3).

Dalam kegiatan tersebut, Dishub Surabaya juga melibatkan PT Peruri Wira Timur (PWT), Sat Samapta Polrestabes Surabaya, serta Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menegaskan sosialisasi ini, menjadi bagian penting dalam memperkenalkan program baru, sekaligus memperkuat dukungan, terhadap sistem parkir non-tunai.

“Pemerintah Kota Surabaya dalam hal ini Dinas Perhubungan, mengadakan sosialisasi parkir, sekaligus kami kemas dengan silaturahim, yang kami sampaikan kepada tokoh-tokoh parkir. Ada dari Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) Asosiasi Parkir Indonesia (API) dan tokoh-tokoh parkir,” ujar Trio Wahyu Bowo sesuai acara.

Baca juga  Sensus Ekonomi Digelar 15 Juni, Perusahaan Bisa Lapor Online

Dalam forum tersebut, Trio menuturkan bahwa Dishub Surabaya, juga memperkenalkan program voucher parkir, yang difasilitasi pemerintah kota, agar mudah diakses masyarakat. “Pemerintah kota memfasilitasi dengan memudahkan warga kota, untuk membeli atau mendapatkannya, di toko-toko modern yang ada di seluruh Kota Surabaya,” jelasnya.

Karenanya, Dishub Surabaya mengajak seluruh asosiasi dan elemen parkir, untuk mendukung kebijakan non-tunai, yang telah dicanangkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sejak awal Januari 2026. “Kami juga memohon bantuan kepada teman-teman tokoh-tokoh parkir, untuk mensukseskan program digitalisasi parkir, yang sudah dicanangkan oleh Bapak Wali Kota Surabaya per tanggal 1 Januari 2026,” katanya.

Namun, Trio mengakui masih ada kendala di lapangan, terutama terkait aktivasi rekening, bagi para juru parkir (Jukir). Sebab, sampai saat ini masih ada Jukir yang belum melakukan aktivasi ATM. Padahal, kata dia, aktivasi ATM menjadi kunci, dalam sistem bagi hasil yang transparan.

“ATM ini penting. Karena bagi hasil 60-40 persen ini, 40 persennya langsung tertransfer, ke rekening masing-masing Jukir. 40 persen itu langsung nanti akan terdistribusi, pada hari itu juga ke rekening Jukir,” tegasnya.

Baca juga  Pemerintah Siap Setop Impor Solar, Diganti B50 BeredarJuli

Bahkan, Trio mengungkap bahwa tim Dishub Surabaya, harus berulang kali turun ke lapangan jemput bola, untuk memastikan proses aktivasi ATM milik Jukir berjalan. “Jadi kami mohon dengan sosialisasi ini, seluruh petugas parkir yang ada di lapangan, untuk mendukung, sehingga kami tidak bolak-balik. Satu titik lokasi pernah kami empat kali bolak-balik, menemui juru parkir tersebut,” ujarnya.

Melalui keterlibatan PJS dan API, Trio optimistis sosialisasi parkir non-tunai, akan lebih masif dan efektif. Menurutnya, seluruh asosiasi parkir telah menyatakan dukungan, terhadap dua program sistem perparkiran di Kota Surabaya tersebut. “Yang pertama smart parking solution, pembayaran melalui handphone, yang tersambung langsung masuk ke rekening pemerintah kota. Yang kedua adalah pembayaran voucher parkir,” imbuhnya.

Sebagai insentif, Trio menyebut bahwa Pemkot Surabaya, juga menawarkan skema bonus pembelian voucher parkir, bagi masyarakat. Dimana pembelian setiap 10 voucher parkir akan mendapat 12. “Tadi juga kami sosialisasikan pembelian 10, mendapatkan 12 voucher parkir. Begitu berlaku untuk kelipatannya. Pembelian 20 (voucher), mendapatkan 24. Berturut-turut seperti itu berlaku kelipatannya,” jelasnya.

Baca juga  Anggaran Dipangkas, MBG untuk Siswa jadi 5 Hari Saja dalam Sepekan

Sementara untuk tarif, Trio memastikan bahwa voucher parkir, disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. “Jadi voucher parkir sesuai harga parkir yang ada. Untuk voucher parkir roda 2 (R2) Rp2.000 dan untuk voucher parkir roda 4 (R4) Rp5.000,” paparnya.

Di samping itu, Trio menyatakan bahwa distribusi pembelian voucher parkir, juga akan diperluas melalui berbagai kanal. Mulai dari ritel modern, hingga Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang tersebar, di seluruh wilayah Kota Pahlawan.

“Kami intens koordinasi dengan toko-toko modern, Indomaret, Alfamart, Alfamidi. Kami nanti juga kerjasama dengan koperasi, yang ada di Kota Surabaya. Nantinya kami juga akan kerjasama dengan SWK-SWK, mungkin nanti kami akan titipkan juga, voucher parkir tersebut,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *