Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jawa Timur bukan sekadar menjaga ketahanan pangan saja, namun ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Hal itu dikatakan Khofifah saat memaparkan potensi pangan Jawa Timur untuk mendukung kedaulatan pangan nasional saat menerima kunjungan 109 mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (16/9/2026).
“Selamat datang di Bumi Majapahit. Yang selalu menyemai harmoni, Kebhinnekaan dan nafas Ke-Indonesiaan lewat optimisme Gerbang Baru Nusantara,” ucap Khofifah.
Khofifah mengatakan kedaulatan pangan yang berkelanjutan di Jawa Timur ditunjukkan dengan capaian sektor pertanian Jawa Timur yang secara konsisten berada di peringkat teratas secara nasional.
Sebagai lumbung pangan nasional, Jawa Timur menjadi provinsi dengan produksi padi dan beras tertinggi secara nasional sejak 2020 hingga semester pertama 2026.
Berdasarkan potensi produksi Januari hingga Oktober 2026, produksi padi Jawa Timur diperkirakan mencapai 9,86 juta ton gabah kering giling, meningkat 5,13 persen dibandingkan periode yang sama 2025 atau setara sekitar 5,69 juta ton beras.
“Tahun lalu Indonesia sesungguhnya sudah swasembada beras. Jika kita sama-sama punya tekat yang kuat, tahun ini Insya Allah kita bisa mencapai swasembada gula untuk konsumsi tanpa melakukan impor gula konsumsi,” ucap Khofifah.
Ia mengatakan upaya tersebut ditopang langkah bongkar ratoon secara masif serta revitalisasi sejumlah pabrik gula yang nantinya mampu meningkatkan kapasitas di atas 80 persen sehingga rendemen yang dihasilkan lebih maksimal.
Selain tanaman pangan, Khofifah menyebut sektor peternakan sebagai pilar pendukung kedaulatan pangan berbasis protein hewani. Jawa Timur saat ini memiliki populasi sapi potong tertinggi di Indonesia yang mencapai sekitar 3,5 juta ekor.
“Ada BBIB Singosari milik Kementerian Pertanian yang berlokasi di Malang. Fasilitas ini menjadi pusat pembelajaran inseminator dan pengawas kebuntingan, sekaligus wadah pengembangan teknologi reproduksi ternak unggul. Kami memproyeksikan, dalam tiga tahun jika kita melakukan pengembangan peternakan sapi potong secara masif kita bisa Swasembada daging,” ujar Khofifah.
Kunjungan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Unhan RI dan sejumlah perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dekan Fakultas Keamanan Nasional (FKN) Unhan RI Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus mengatakan Jawa Timur dipilih sebagai lokasi praktik langsung karena dinilai memiliki pengalaman dalam membangun ketahanan daerah.
“Sehingga mereka mau lihat dengan teori yang mereka pelajari dengan fakta di lapangan yang ada itu yang mereka nanti membuat masukan kepada Provinsi Jawa Timur dalam rangka ketahanan Indonesia,” tuturnya. (Ym)






