Pentingnya menekan angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB) secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Mojokerto terus menggencarkan edukasi kesehatan secara masif. Langkah preventif ini menjadi prioritas utama guna memastikan setiap anak lahir dan tumbuh dengan sehat, sekaligus mempertahankan tren positif derajat kesehatan masyarakat di daerah.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat membuka Kampanye dan Penggerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat bertema “Ibu Hamil Cerdas, Bayi Sehat” di Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra, Selasa (3/11/2026).
Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, mengingatkan bahwa keselamatan dan kesehatan warga merupakan tanggung jawab yang capaian kinerjanya terus didata dan dievaluasi oleh pemerintah pusat. Oleh karena itu, edukasi ini menjadi langkah krusial untuk mencegah terjadinya kasus fatalitas saat persalinan maupun pasca melahirkan.
“Nah karena kita dinilai oleh pemerintah pusat kinerja kita, maka salah satunya yang menjadi tolak ukur kinerja kita adalah jangan ada bayi yang meninggal. Jangan ada ibu melahirkan, meninggal. Nah makanya panjenengan diberi ilmu. Ini bagian dari upaya mencegah atau preventif,” tegas Ning Ita memberikan arahan.
Lebih lanjut, Ning Ita menyadarkan para peserta bahwa upaya mencetak generasi unggul tidak hanya sebatas pada keselamatan persalinan, tetapi juga pemenuhan gizi yang tepat. Kedisiplinan menjaga asupan nutrisi sedari dalam kandungan sangat penting untuk memutus mata rantai stunting di Kota Mojokerto.
“Makanya dari dalam kandungan bayi itu harus sehat. Kalau pun lahir juga diberikan nutrisi untuk tumbuh kembang sehat. Jangan sampai ada yang stunting,” pesannya.
Guna memastikan edukasi berjalan komprehensif, kegiatan ini menghadirkan Konsultan Fetomaternal RSUD dr. Soetomo, dr. Nareswari Imanada Cininta Marciantoro, Sp.OG., Subsp.K.F.M.
Sosialisasi ini sendiri merupakan kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan POGI Cabang Surabaya Komisariat Mojokerto, yang diikuti secara antusias oleh 90 orang perwakilan ibu hamil di Kota Mojokerto. Pada kegiatan ini, para ibu hamil juga difasilitasi evaluasi ultrasonografi (USG).
Langkah nyata ini diharapkan mampu mempertahankan prestasi Kota Mojokerto yang hingga Oktober 2026 berhasil mencatat nol kasus (AKI) dan menekan prevalensi balita stunting di angka 0,81 persen. Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pemkot dalam mendongkrak Usia Harapan Hidup (UHH) warganya yang kini mencapai 76,31 tahun. (Ym)






