PBNU dan Muhammadiyah Berharap Masyarakat Tidak Terprovokasi Konflik Wamena

Sepekan terakhir di Bulan September kerusuhan di Wamena masih memanas. PP Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) berharap agar konflik di Wamena segera selesai.

Dalam siaran pers Senin (30/9/2019) Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir turut berduka atas korban di Wamena. Dia merasa prihatin atas konflik yang terjadi di Wamena.

“Muhammadiyah menyampaikan dukacita dan keprihatinan yang mendalam atas korban yang meninggal maupun yang luka-luka dan mereka yang mengungsi. Semoga semua diberi perlindungan dan kekuatan oleh Allah Yang Maha Kuasa,” ungkapnya kepada majalahnurani.com

PERLINDUNGAN

Muhammadiyah juga meminta pemerintah agar memberikan perlindungan pada warga di Wamena. Menurutnya pemerintah harus segera mencari solusi atas konflik yang telah terjadi.

“Pemerintah hendaknya mengoptimalkan langkah-langkah perlindungan terhadap seluruh warga serta mencari solusi yang terbaik dalam menangani dan menyelesaikan masalah di bumi Papua tersebut,” sambungnya.

Untuk itu negara harus hadir melindungi warga negara. Memberikan keselamatan warga negara harus menjadi prioritas utama.

“Negara wajib hadir dalam melindungi seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia sebagaimana amanat konstitusi. Keselamatan seluruh warga diutamakan untuk dilindungi bersama. Kami percaya pemerintah, khususnya TNI dan Polri, didukung semua kekuatan masyarakat dapat mengatasi situasi di Wamena,” tegasnya.

Selain itu, menciptakan suasana aman dan damai menjadi sangat penting. Termasuk jangan mengembangkan opini dan pernyatan-pernyataan yang tidak mendukung susana kondusif di Wamena maupun Papua secara keseluruhan.

“Kita selaku insan beragama senantiasa berdo’a kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia senantiasa diberi petunjuk dan jalan kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta dengan kekuatan iman dan taqwa dapat memperoleh ridha-Nya,” pungkas Haedar.

TIDAK IKUT PROVOKASI

Sementara Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud juga mengimbau kepada masyarakat yang ada di Papua untuk merajut persaudaraan pasca kerusuhan yang menyebabkan puluhan masyarakat meninggal dunia di Wamena.

KH Marsudi juga mengimbau agar maayarakat tidak ikut melakukan provokasi. Terutama dalam menyampaikan pendapat di muka umum sehingga situasi di sana cepat kondusif.

Menurutnya jangan sampai ini bertambah panjang lagi. Karena nanti kalau lebih panjang akhirnya sulit nyetop karena semua merasa ada sesuatu yang salah atau dendam.

“Untuk itu tetap menjaga kewaspadaan ini, siapa saja, dari pihak aparat pun demikian,” tegas KH Marsudi. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed