Waspadai, Pasar Tradisional Menjadi Kluster Baru Penyebaran Corona

Dengan ditemukannya sepasang pedagang di Pasar Krian dan seorang pedagang bumbu di pasar Larangan yang terpapar Corona, akhirnya pasar tradisional berpotensi menjadi kluster baru penyebaran virus corona di Jawa Timur.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Drs Ec Tjarda MM mengatakan, pihaknya sulit menerapkan protokol pencegahan covid-19 di pasar tradisional.

“Sulit menerapkan pembatasan jarak fisik di area pasar karena jumlah pedagang yang mencapai ribuan di tiap pasar. Lapak jualannya juga sangat berdekatan,” ungkap Tjarda.

Dikatakan, upaya mencegah penyebaran virus Corona di pasar tradisional yang sudah dilakukan sejauh ini yakni menyediakan tempat cuci tangan, mengimbau pedagang dan pengunjung agar bermasker. Disperindag juga menyemprotkan disinfektan secara berkala.

Namun tingkat kesadaran pedagang dan pengunjung pasar untuk mematuhi aturan masih kurang. “Tapi masih banyak pengunjung pasar yang tidak mau memakai masker,” paparnya.

Selain pengunjung yang masih nekat tidak bermasker, banyak juga pedagang yang melanggar waktu operasional pasar. Sebelum wabah Covid-19 dan penerapan PSBB, waktu operasional pasar tradisional selama 24 jam.

“Sekarang dibatasi pukul 04.00 sampai 11.00. Tapi masih banyak yang masuh buka melewati waktu yang telah ditentukan,”ungkap Koordinator Pasar Tradisional Wilayah Kota Sidoarjo Disperindag Sidoarjo Askud Hari. (01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed