MUI Jatim Edarkan Tausiyah Penyelenggaraan Ibadah Idul Adha

Sekretaris MUI Jatim Ainul Yakin mengedarkan tausiyah terkait penyelenggaraan ibadah Idul Adha.

SHALAT

Ada 4 poin dalam tausiyah MUI Jatim. “Poin pertama, meski masih dalam situasi pandemi COVID-19, MUI Jatim tetap mengimbau untuk melaksanakan saat Idhul Adha. MUI Jatim mengajak kepada umat Islam khususnya di Jawa Timur untuk menyambut Idul Adha dengan membaca takbir dan sedapat mungkin ikut melaksanakan shalat Idul Adha, mengingat bahwa shalat Idul Adha hukumnya sunnah mua kkadah, merupakan syiar agama, dan hanya dilaksanakan satu tahun sekali,” tutur Ainul, Rabu (8/7/2020).

TUNAIKAN KURBAN

Pada poin kedua, MUI Jatim juga mengimbau bagi yang punya rezeki lebih untuk menunaikan kurban. Adapaun pelaksanaan kurban bisa disesuaikan dengan tata cara yang berlaku di daerah setempat.

“Kepada umat Islam yang diberikan kelonggaran rezeki untuk melaksanakan ibadah kurban. Ibadah kurban hukumnya sunnah muakkad, merupakan ibadah khusus yang telah diatur tata cara dan waktunya, tidak bisa digantikan dengan cara yang lain, dan merupakan syi’ar Islam,” imbuhnya.

PATUH PROTOKOL

Poin ketiga, MUI mengajak masyarakat untuk tetap tertib mematuhi protokol kesehatan selama pelaksanaan takbir dan salat Idul Adha. Adapun bagi yang sakit, MUI menganjurkan untuk melaksankaan salat di rumah saja.

Pelaksanaan salat Idul Adha di masjid atau musala harus mematuhi ketentuan protokol pencegahan penyebaran COVID-19, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan membawa alas salat atau sajadah sendiri.

“Bagi warga masyarakat yang berstatus sakit, PDP, ODP atau yang terpapar, diminta tidak ikut berjama’ah di masjid musala, tetapi dapat melakukan shalat idul Adha sendiri di tempatnya masing-masing termasuk di tempat menjalani karantina,” lanjutnya.

MUSAHABAH

Terakhir, MUI Jatim berharap dengan adanya pandemi COVID-19 ini bisa menjadi sarana musahabah dan sabar dan tawakal dalam menghadapinya.

“Musibah COVID-19 sebagai sarana muhasabah, serta menyikapinya secara seimbang, antara sikap sabar dan tawakkal, serta ikhtiar lahir dan batin,” tandas dia. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *